Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

WEDANG MALAM

Udara dingin dengan jaket tipis berwarna hijau toska, malam ini kupaksakan berkeliling menelusuri sebagian dari kota kecil. "Dingin dan sendiri itu sudah menjadi kebiasaan", dan aku menyebut bahwa "diriku sudah sakit". Aku kira itu hujan, ternyata aku memikirkan jika manusia hidup tanpa harus pulang dan kembali, atau manusia hidup seperti zombie dan tidak harus memiliki perasaan atas kasihan, aku kira itu akan menyenangkan. Sampai pada rasa dingin dan kesepian merasuki, aku tidak harus pulang dan ku putuskan untuk mencari kehangatan, "wedang jahe" itu masih panas dan aku belum berani meneguk, aku duduk dalam sebuah angkringan yang disana hanya aku berdua dengan mamangnya, ia hanya duduk memperhatikan sekitar dan aku berusaha bercerita pada malam bahwa pulang adalah hal yang menyebalkan, ditambah dengan kondisi "aku memang tinggal sendiri". Dingin ini semakin dingin, aku minum dan memang masih dingin. Suasana pun hanya bising dengan suara knalp...

ESOK ATAU LUSA ?

Bukan atas dasar hal lain, memang perlakuan sikap ketidak-pedulian bukan keinginan semua orang sekalipun jatuhnya terhadap orang yang tidak peduli. Dan tentu, sangat wajar jika seorang wanita ingin selalu diperhatikan. Karena tidak bisa dihindari, seorang lelaki pun selalu ingin diperhatikan oleh wanitanya, menurutku hidup harus adil. Dan aku terlupa, ini hanya misal. Yang ku lihat dari kebanyakan, kami dan mereka sering bersikap acuh, tidak peduli, dan semerdekanya. Tapi pribadi merindukan semuanya. Ingat pertama kita mengenal ? Oh bukan pertama mengenal tapi setelah mengenal. Rasanya sebercanda apapun itu adalah komedi, tapi sekarang roman keadaannya mungkin sudah terlalu hambar untuk saling mentertawakan, bahkan aku sendiri menjadi segan ketika angin berhembus menyapa lalu aku hanya bisa merasakan dingin diantara malam dan kopi. Sebetulnya kemarin malam aku berbisik kepada angin diatas loteng rumahku, bahwa aku sudah sangat rindu, duduk berdua lalu kopi depanku, seakan ku curi pa...

Cerita Ia

Sepertinya "ia" ingin menjauhkan dirinya dari sekitar. Bahwasannya, ia tidak cukup sempurna untuk berbaur dengan mereka. Ia terlalu buruk jika harus dijadikan keluarga, bukannya kenapa, ia tidak mempunyai apa pun yang harus ia berikan atau ia banggakan. Yang ia rasakan, mungkin akan banyak perkataan jelek tentang dirinya dan berdampak tidak baik. Yang ku tau, ia selalu memohon dalam doanya agar esok ia menjadi sekumpulan tanah didalam kamarnya. Lalu, mamaknya mengira bahwa itu adalah tanah galian rakyat semut untuk rajanya.  Pernah ia berkata, bahwa hidup itu di per-Tuhan-kan oleh uang, jabatan, kasta, tingkat pergaulan dan latar belakang. Memang, aku pun setuju. Menurutku, tidak sedikit orang yang berperilaku layaknya Tuhan. Mereka merasa paling pintar dan berkuasa, padahal dikasih soal integral aja mereka belum tentu bisa.

CANTIK TIDAK MEMOTIVASIKU

Ingatanku, dunia menyiksa para wanita yang hanya sekedar tau apakah aku harus cantik ? Jika harus di tuliskan akan semakin menjurus pada satu titik dimana celaan itu TIDAK memotivasiku, ini khususnya aku. Aku tidak terkesan dengan cantik, aku buruk rupa, tidak akan pernah putih dan mereka akan selalu membenciku. Meskipun mereka mencela, aku bersykur karena hati dan otak masih bisa berfungsi. Belajarku tentang logika, pemahamanku sudah termodifikasi akan hal itu. Jadi singkatnya, tidak apa-apa jika mereka membenciku, karena logikaku sudah sangat sadar dan aku menikmati pertumbuhan rambutku dengan jalan yang aku ambil. Ada satu lagi cerita, tapi aku tidak tau memulainya dari mana. Esok aku bermimpi, dalam riwayatnya mereka semakin membenciku, "lebih menikmati hidupnya tanpa kehadiranku", aku bingung dengan salahku apa ? Aku sudah baik dan selalu mengalah. Lalu langkahku menghampiri sebuah pohon, bertanya mereka kenapa. Jawabnya "ini mimpi, lusa kau bangun dan bertemanla...

DIJODOHIN MAMAK

Jadi gini, hari ini kebangun gara2 sesuatu yang aku anggap itu kejadian yang sangat buruk sekali 😂 Pertamanya, beberapa hari ini aku sering bermimpi hidup didalam dunia pubg, mungkin imajinasiku sudah terlalu terkontaminasi. Dan dimimpiku yang sekarang ini, mamak ku marah karena aku hanya bisa main dan main, tanpa memikirkan sekeliling. Sampai akhirnya ia buka-buka situs tentang biro jodoh, cari-cari berita ttg anak lanang yg lg cari pendamping. Sampai ketika itu ceritanya aku sedang bermain paralayang, mamak ku datang ketempat itu, lalu mamak berkata, "neng ada yang mau lamar, gimana ? Mau terima atau tidak ? Mamak belum tau orangnya, tapi nenekmu cakap dia orang baik, keluarga kita sudah kenal keluarganya, dan ia hanya punya uang 4 juta untuk mas kawin, gimana ? Mau tidak ? Mamak tidak pedulikan mas kawin, asalkan anak mamak bisa seperti wanita biasanya, menikah dan berkeluarga bukannya main kesana kemari, mamak pusing". Responku jutek dan hanya berkata "2 atau 3 tahu...

Mimpi Atas Langit, Bumi dan Matahari

Kita dipertemukan oleh ketidak sengajaan Kita saling mengenal atas kemaksiatan Kita menyayangi untuk kepuasan birahi Kita tidak tahu sampai kapan harus bersembunyi pada bumi. Awalnya hanya selintas bahkan tidak pernah melintas Waktu dan kekosongan merubah kebatinan. Berteman dengan kecemburuan pada Teman Maha kasih sayang Ketika memeluk-Nya ia sedang bersandar kepada-Ku. Coba kau tengok, Ia masih erat memeluk tanpa lepas Lalu mencium bibir bekas anggur Dan aku hanya menyaksikan dari sekian jarak pandang Mimpiku seperti itu. Sekian lama, mimpiku berlanjut Waktu dan kekosongan membuat kebal seantero dunia Sudah tidak peduli dengan bumi Yang ku tau lekas kembali kepada keadaan diri yang anti manusiawi Itu akan sakit, sakit, sakit Kenyataanya, langit kadang mendung kadang cerah Ku ibaratkan seperti itu, kamulah dia. Dan aku tidak tau apa isi Bumi dan Langit ? Mereka Maha Raja. Kuceritakan awan, ia berjalan mengikuti tiupan angin. Berubah warna menjadi gelap disaat...

Aku Bercerita

Mereka terlahir atas emosi dan ambisi. Mencaci depan anak cucu bahkan para bayi, Sesungguhnya ini kekejaman yang terus terjadi Duduk diantara dua makhluk menyaksikan tv Seketika nada memuncak dan aku semakin muak Berlari menaiki tangga papan "brak brik bruk" Membuka pintu kesendirian dan ku berbaring mencari keramaian Nada suara keras terdengar A I U E O Aku sudah malas dengan keributan Sepele tapi untuk tersenyum pun aku enggan Butuhku hanya sandaran, Ada teman ada kesenangan Dan bisaku hanya berbaring Hari ulang tahun, seolah-olah tidak peduli Bukan begitu, Kita berdiri dilain posisi Kau mengejar ambisi dan aku mengikuti jalanmu Niatku untuk berkomuniksi Tapi kau sedang meremajakan diri Yasudahlah, aku lekas untuk bermimpi saja Karena mencari sudah dari dulu, hanya saja aku sudah malas menunggu yang tidak pasti. Mungkin sekian banyak waktu, kali ini aku banyak berbeda. Maaf, aku harus membiasakan diri dengan keberbedaan kondisi. Keadaanku sedang...

Isyarat Teman

Masih kembali dalam gelap Menelusuri jalan untuk apa malam-malam ? Mencari sebatas pondok untuk mengasingkan. Dan angin mencium perlahan. Matahari dilangit ke empat menyembunyikan diri karena malu Kata rumi, Jika berita datang dari wajah Syamsuddin Sejak namanya hadir kedalam mimpiku, Harus aku sampaikan isyarat karunia itu. Jiwaku merenggut jubahku: Ia menangkap parfum bajunya Yusuf. Ia berkata : "Demi persahabatan kita, ceritakanlah salah satu kegembiraan yang luar bisa, Agar bumi dan langit dapat tertawa gembira Supaya akal dan ruh serta penglihatan dapat meningkat seratus kali." Aku telah hilang dari diriku (fana) Kepandaianku tumpul, Aku tak tahu bagaimana memuji. Tak pantas seorang yang belum kembali kesadaran Memaksakan diri untuk berperan sebagai pembual. Bagaimana aku dapat-tanpa sadar- melukiskan sang Teman Yang tanpa tolak banding ? Pengembara tentang luka hati yang sepi ini sebaiknya ku tunda hingga lain waktu" Aku kembali, Dalam a...

CERITANYA

Jadi begini, maksudku datang awal ke sini tu untuk mengisi waktu kejenuhan dan keresahan ku. Karena ku pikir, selain keluarga siapa lagi yang akan peduli, dan nyatanya memang berada disini adalah yang terbaik. Semakin hari semakin lama, ku sudah mulai terbiasa dengan jarangnya berkomunikasi, bukan jarang kali yah, hanya lebih sedikit daripada biasanya.  Hari itu, ku memutuskan untuk membatasi dan jangan terlalu bergantung dengan orang lain sekalipun itu "dia". Karena ku pikir, kembali menjadi cuek itu adalah jalan terbaik, hanya ingin membuktikan siapa yang lebih peduli.  Berjalannya waktu, ku mencoba menyibukkan diri, keluar mencari kesenangan, melangkah mencari lonjakkan. Dan sekarang ku sudah menemukan beberapa dari pencarian itu, aku sudah nyaman dan mungkin "dia" akan bertanya, "seperti bukan kamu yg dulu", "aku menghilang sebentar saja biasanya kamu telpon atau chat aku", dan saat ini aku berterima kasih karena sudah menyadarkan ku aga...

Imajinasi Mimpi

Tidurku terdoktrinasi mimpi Bangunku untuk mengingat Ceritanya tertanam didalam imajinasi. Tuan, kenapa selalu hadir ? Bahkan Anjing naik keatas ranjang kau persilahkan. Kau hangatkan dengan pelukan dan belaian, Aku mengingat bahkan Ibumu datang Anjing kau sembunyikan. "Tenang saja, Ibuku tidak akan melihat" "Tapi saudaramu melihat" "Tenang saja, ia ingin aku bahagia" Dengan selimbut loreng berbulu tebal ia tidur disampingnya, Udara dingin rasanya hangat Aku terlalu terdoktrinasi kondisi Mimpi, Berharap cerita apa lagi Jari tangan saling mengisi, Berjalan mengayuh udara tanpa basa basi. Sebuah gudang besar dalam perjanjian Banjir bah genangan membuat khawatir Dimana ia ? Menunggu rasa ingin mati Ia datang dengan senyuman pembuktian Memeluk, Berkata "jadilah wanita selayaknya Maha Raja, selalu memiliki kekuasaan kehendak, tapi kau bukan Tuhan dan aku selalu mencintaimu". Berdasarkan atas mimpi.

Darah dan Kesengsaraan

Berdiri pada kesengsaraan Tuhan mentertawakan, "Bercinta dengan-Ku saja wahai makhluk" "Jangan malu, Aku tidak akan cemburu" Dan aku selalu tersipu Ada yang mengatakan kepada janin di rahim, "Diluar sana ada sebuah dunia yang terartur, tempat yang menyenangkan, Penuh kesenangan dan makanan, luas dan lebar" Langit sangat tinggi dan berbinar Banyaknya bintang tak terkira, O Tuhan Keajaiban-Mu tak terlukiskan, Mengapa kau tetap tinggal mereguk darah, Didalam penjara kotor yang penuh penderitaan ini ? Janin itu layaknya tak percaya Karena yang buta tak memiliki imajinasi Hawa nafsu adalah rintangan yang kuat dan perkasa Begitupun dengan hasrat janin akan darah Memberinya makan ditempat yang hina Aku sengsara Merebakhan sayap tanpa bulu Naluri janin seperi duniawi Tetap hina karena darah. Dan aku diciptakan menjadi darah dan ia hina.

Kehendak Dingin, Dulu

Aku memeluk dingin, Bahkan aku bukan api Semakin menusuk terus ku pegang Sampai alam-Nya memutar. Belenggu pada kedinginan, Pohon bergoyang dalam gelap Menari dalam imajinasi. Tuhan-ku Maha Sempurna Berbaring diatas batu, Kupanggil namamu Tak menjawab tak merespon Duhai kasih, Kunang-kunang itu bercahaya tapi diam Menjadi titik dalam situasi memanggil Mataku rabun, ia hanya diam Dan aku membuka kehendak Genggaman itu, Memutar kembali kuasa-Nya Erat dan penuh belas kasih Maafkan aku Tuhan, Berjinah dengan angin-Mu Kehendak-Mu, aku bertemu kedamaian.

Tuan dan Teman

Lelah, perjalanan dalam panas terik beriringan bertiga. Ketika bertanya "teman itu siapa ?" Mereka teman-teman usia kita berbeda jauh dan aku lebih tua Salah satu membuka pikiranku "teman tidak akan selalu ada !", Memang betul, Teman akan datang ketika mencari kesenangan. Setelahnya, ia memakan ke-egoisan hawa nafsu Tapi aku memakluminya, Terkadang teman tidak tahu malu Tapi tenang, mereka tidak begitu Mereka selalu membantu dan membuatku rindu. Pemikiranku terbuka sejak 14 april 2018. Ucapan saran untuk mencari teman yang mau menerima, dan aku harus mencari Aku lakukan. Sebelumnya aku takut ketika seseorang mencari tengah malam atau sepertiga malam itu hanya sebuah himbauan "Aku takut kamu marah" Tuan, manusia ada lelahnya menunggu Dan Tuan akan merasakannya juga Logika sudah mengalahkan naluri, Terlihat tampak sangat jelas perubahan Sebuah komunikasi menjadi segan Ia ingin menemuiku, Tapi waktu selalu harus menunggu. Itu yang T...

DULU

Udara sudah terasa panas Buka baju dan semua yang menepel dengan kulit Ku rebahkan Tanpa berfikir apakah aku akan kedinginan ? Warna cokelat bercorak dot Ku masuk dan guling berkata "peluk aku" Sedemikan aku berbaring menyamping Keadaan setengah sadar Lalu berfikir Magis dulu selalu teringat Awal mula kita bertemu dan berucap Pegang tangan, Dan aku riang bertanya "ini apa ?" Sekian berapa kali kita bersama Senyum dan tertawa mengingatkan Apakah Tuhan menghendakinya ? Aku rindu Bukan kepadamu Hanya kepada kepedulianmu Berdoalah, Sebelum tidur aku membayangkan Angin, Tetap pada tepmat dimana ia memuja Selamat malam.

Mengalah Atas Samudera

Sepertiga malan aku berusaha menstabilkan otak Ku coba beberapa teguk Anggur dan semua berubah, Inginku menulis tanpa dasar sejak kemarin Teman adalah hal segalanya seperti yang ia katakan  Dan bonekaku menjadi sandaran meskipun selangkangannya berlubang Maaf, mungkin aku terlalu banyak bersandar Jika memilih, teman atau waktu ? Hanya teman yang akan aku perjuangkan  Kecuali seprangkat alat solat sudah di depan mata  Dunia akan berubah Sudah tua ia akan rapuh dan penuh sakit Berdoa pada TUAN, Apakah semuanya kan nyata wahai Tuan ? Ia pun seperti kondisi Andai aku anak Sultan Samudera, gunung, dan lautan akan aku nyatakan "Itu semua hartaku, dan alien tidak berhak atas segalanya" Jika aku anak seorang petani,  Ayahku berkata "Sudah siap memeberi anakku makan dari padi yang beegoyang ?" Dan aku akan mengalah atas segala samudera gunung dan lautan.  Bidaraiku akan turun "Ini nikmat atas Anggur, ia adalah anggur dan...

Naluri Memilih

Rumi, Ini sudah pagi dan lagi 00:00 berlalu ketika Tuhan berkata tahan Andai ku biarkan Waktu akan berjalan perlahan Bukan pada kekafiran "Tuhan Menghendakinya" "Tuhan Menghendakinya" "Tuhan Menghendakinya" Kumaksudkan tentang kekecewaan Laba-laba berjalan membawa telurnya, Sendiri menelusuri padang putih tanpa kasihani Lalu bertanya, mana bapak dari telurmu itu ? Rumi, Apa bedanya bertanya dengan mengajak ? Ketika iblis menunjukan suatu sasaran keinginan, Maka kekuatan yang terlelap itu bangkit dan bergerak kepadanya Naluri untuk memilih itu tersembunyi dalam jiwa Dan objek muncul dalam perbuatan Oh Iblis, Jangan bertuah ku mohon Waktu lama menjadi beban Waktu lama menjadi kelam Sementara, Malaikat menampakan kedalam hati Rumi, Aku ingin berkeliling sebentar bersama sembilan Ayah dari setiap langit. Menerima makanan dari Tuhan, seperti seorang bayi didalam kandungan Inginku, melewatkan ma...

Aku yang Menghilang

Sudah malam. Ketika pagi, keadaan sedang tidak bersahabat, seperti jenuh mendengar mereka berbicara. Mereka masih kecil dan seakan mentertawakan keberadaanku. Tanpa bersuara ku bangun dan ingin mencari persembunyian. Jiwa lepas membiarkan beban Bertemu manusia hanya menjadi angan Tuhan, Teori keindahan apa yang menjadi batin ? Bangunku diam, Tertunduk sedang apa yang mereka kerjakan. Bukan naluri, tapi memang aku butuh teman Dibatas jarak hanya ada satu keyakinan Tuhan Maha Mendengarkan Memang aku merindukan Wahai Tuan, Silahkan kau menjadi angin Dan gelap tetap menunggu keindahan Tapi hanya Tuhan dan bukan Tuan Tuan, diantara udara ada ketakutan Istilah Tuan akan datang apa kebenaran ? Memang benar, hanya saja aku yang meghilang Dan Tuan menjadi melupakan Maaf, aku hanya mengikutimu Pemikiranmu itu, Akan selalu ku coba. Selamat malam, semoga esok aku bisa menghubungi dan sekarang mungkin kamu sudah tidur. Hubungi saja kapan pun jika kau mau, jika handpho...

Antara Luar

Selamat pagi, sampai hari ini pasti akan banyak bertanya. Kenapa sering pergi ? Kenapa sering keluar rumah ? Kenapa sering kumpul dengan teman dan pulang larut malam ? Jawabannya aku ingin seperti "kamu" dan "semuanya karena kamu". Ketika kamu pulang malam, senang dengan teman, atau pergi bekerja pulang malam dan bertemu teman. Mungkin aku juga akan mengikuti cara itu. Sesuai dengan saranmu, "kamu yang harus mencari, jangan orang lain yang ingin mencari kamu, kamu yang harus menjemput bola". Mungkin itu menjadi motivasi, dan sekarang langkahku banyak diluar dan bertemu orang. Maaf jika ada kekhawatiran, aku hanya mengikuti saran. Terlebihnya kamu sedang sibuk sekali dan aku sudah bosan sendiri diantara dinding lalu menunggu kabar sampai sepi sendiri. Dan lagi, kamu pernah berkata "kalau aku lg sama temen ya aku fokus sama temen, kalau aku lagi kerja ya aku fokus kerja, dan kalau aku lg sama kamu ya aku fokus sama kamu". Apa sebaiknya aku meng...

Dibawah Kaki-Nya

Malam gelap dibawah kaki gunung Kita bersama berbicara seolah-olah semuanya benar Mereka bernyanyi dan tertawa Kita seakan saudara yang sudah bersama Suara merdu alunan sandiwara Terdengar jelas di telinga kita semua Galeap dan bulan mejadi imajinasi Berlalri-lari.... Kita bermimpi menjadi orang kaya Sekdar mimpi kita berbicara Tapi kita berbeda Semua tergantung orientasi Merka berdiskusi Malam sunyi menjadi imajinasi Kita berbicara seolah semua terorientasi Dewi malam melewati tanpa sepi Ia sendiri menjadi saksi Bahwa kita tetap berdiri dan menepi Terima kasih Tuhan, ini nikmat bersama :)

BILANG SAJA KALAU KAMU SENANG

Ada satu cara agar kau selalu tenang dan senang, melihatku menghilang dari jarak pandang dan tidak pernah bilang "kapan pulang". Sepertinya benar, jika semua itu dilakukan maka ia akan senang. Semakin lama hubungan semakin diperlihatkan mana yang masih peduli dan mana yang sudah tidak peduli. Bahkan arti dari kata saling menghargai pun akan hilang dengan sendirinya tanpa disadari. Betul begitu ? Aku berkata seperti itu hanya melihat pada kenyataan yang aku alami saja, bahkan aku tidak tahu harus mengartikannya seperti apa. Seakan dianggap bahwa aku bukan siapa-siapa, dan ia melihatku hanya keterpaksaan semata. Tolonglah, jika sudah tidak mau saling berkomunikasi bilang saja, dengan begitu aku pun akan pergi dan tidak akan menghubungimu lagi. Jangan menggantungkan suasana, karena itu membuatku bingung. Terima kasih.

MIMPIKU BELUM SELESAI

Aku bermimpi duduk disekolah dasar, ketika itu hujan deras dan aku harus pergi ke kelas sebelah. Karena dikampung, kelas satu dan yang lainnya terpisah oleh jalan setapak. Aku memaksakan untuk pergi tanpa payung atau plastik. Yang aku lihat ada gorengan terbang, ternyata temanku adalah hantu dan ia mencuri gorengan si penjualnya tanpa menampakan dirinya. Ketika itu ia menampakan sebagian wajahnya sehingga aku tau, lalu ia menarikku sampai halaman belakang "ulah beja-beja nya, maneh ge ulah sieun, urang kieu gara-gara bapak urang memuja setan, jadi urang ditumbalkeun". Ketika itu aku kaget, apa benar ? Apa aku senang ? Sebenarnya aku senang, akhirnya aku punya teman tak kasat mata. Dan aku berharap dia menjadi temanku selamanya agar aku tidak selalu sendirian.  Gara-gara dia, aku belajar mencuri gorengan, tapi ketika aku mencuri, aku malah diberi banyak oleh penjualnya, aku pun pergi dengan sekantong keresek berisi gorengan.  Setelah itu aku masuk kelas, aku bertemu Ich...

Bukan Mimpi, Sebenarnya Hanya Rindu.

01:14 aku mulai untuk menulis. Sepertinya aku akan sering menulis lagi disini bukan di blogku yang kedua. Malam ini aku merasakan sesuatu didadaku, mungkin itu yang dinamakan "sakit hati". Pikirku kalau sakit hati sebaiknya aku pergi ke dokter, tapi sepertinya ini bukan sakit yang harus diperiksa di lab, dan aku tidak tahu apakah dokter bisa menyembuhkannya atau dokter punya obatnya ? Kalau memang ada aku ingin membeli semuanya agar ketika aku "seperti ini" aku bisa baik-baik saja dan bisa tertawa meskipun sendirian. Maksud "bicaraku tadi", sebenarnya bukan tentang aku kesepian dan bercerita mimpi. Aku hanya rindu, tapi teman-temanmu lebih mengalahkanku, ketika ingin berbicara banyak dan bercerita tentang "hari ini aku bertemu manusia" tapi ia selalu terlihat lelah dan sibuk. Sebenarnya aku hanya ingin itu, berbicara, bercerita, dan saling menatap. Tapi waktu selalu menampakan kelelahan dan kebosanannya sampai ia tertidur. Dan aku sesosok wani...