Darah dan Kesengsaraan

Berdiri pada kesengsaraan
Tuhan mentertawakan,
"Bercinta dengan-Ku saja wahai makhluk"
"Jangan malu, Aku tidak akan cemburu"
Dan aku selalu tersipu

Ada yang mengatakan kepada janin di rahim,
"Diluar sana ada sebuah dunia yang terartur,
tempat yang menyenangkan,
Penuh kesenangan dan makanan, luas dan lebar"
Langit sangat tinggi dan berbinar
Banyaknya bintang tak terkira, O Tuhan
Keajaiban-Mu tak terlukiskan,

Mengapa kau tetap tinggal mereguk darah,
Didalam penjara kotor yang penuh penderitaan ini ?
Janin itu layaknya tak percaya
Karena yang buta tak memiliki imajinasi
Hawa nafsu adalah rintangan yang kuat dan perkasa
Begitupun dengan hasrat janin akan darah
Memberinya makan ditempat yang hina

Aku sengsara
Merebakhan sayap tanpa bulu
Naluri janin seperi duniawi
Tetap hina karena darah.
Dan aku diciptakan menjadi darah dan ia hina.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mulai Cerita

Cerita Ia

GAMBAR DAN CURHATAN