Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2018

Mimpi Atas Langit, Bumi dan Matahari

Kita dipertemukan oleh ketidak sengajaan Kita saling mengenal atas kemaksiatan Kita menyayangi untuk kepuasan birahi Kita tidak tahu sampai kapan harus bersembunyi pada bumi. Awalnya hanya selintas bahkan tidak pernah melintas Waktu dan kekosongan merubah kebatinan. Berteman dengan kecemburuan pada Teman Maha kasih sayang Ketika memeluk-Nya ia sedang bersandar kepada-Ku. Coba kau tengok, Ia masih erat memeluk tanpa lepas Lalu mencium bibir bekas anggur Dan aku hanya menyaksikan dari sekian jarak pandang Mimpiku seperti itu. Sekian lama, mimpiku berlanjut Waktu dan kekosongan membuat kebal seantero dunia Sudah tidak peduli dengan bumi Yang ku tau lekas kembali kepada keadaan diri yang anti manusiawi Itu akan sakit, sakit, sakit Kenyataanya, langit kadang mendung kadang cerah Ku ibaratkan seperti itu, kamulah dia. Dan aku tidak tau apa isi Bumi dan Langit ? Mereka Maha Raja. Kuceritakan awan, ia berjalan mengikuti tiupan angin. Berubah warna menjadi gelap disaat...

Aku Bercerita

Mereka terlahir atas emosi dan ambisi. Mencaci depan anak cucu bahkan para bayi, Sesungguhnya ini kekejaman yang terus terjadi Duduk diantara dua makhluk menyaksikan tv Seketika nada memuncak dan aku semakin muak Berlari menaiki tangga papan "brak brik bruk" Membuka pintu kesendirian dan ku berbaring mencari keramaian Nada suara keras terdengar A I U E O Aku sudah malas dengan keributan Sepele tapi untuk tersenyum pun aku enggan Butuhku hanya sandaran, Ada teman ada kesenangan Dan bisaku hanya berbaring Hari ulang tahun, seolah-olah tidak peduli Bukan begitu, Kita berdiri dilain posisi Kau mengejar ambisi dan aku mengikuti jalanmu Niatku untuk berkomuniksi Tapi kau sedang meremajakan diri Yasudahlah, aku lekas untuk bermimpi saja Karena mencari sudah dari dulu, hanya saja aku sudah malas menunggu yang tidak pasti. Mungkin sekian banyak waktu, kali ini aku banyak berbeda. Maaf, aku harus membiasakan diri dengan keberbedaan kondisi. Keadaanku sedang...

Isyarat Teman

Masih kembali dalam gelap Menelusuri jalan untuk apa malam-malam ? Mencari sebatas pondok untuk mengasingkan. Dan angin mencium perlahan. Matahari dilangit ke empat menyembunyikan diri karena malu Kata rumi, Jika berita datang dari wajah Syamsuddin Sejak namanya hadir kedalam mimpiku, Harus aku sampaikan isyarat karunia itu. Jiwaku merenggut jubahku: Ia menangkap parfum bajunya Yusuf. Ia berkata : "Demi persahabatan kita, ceritakanlah salah satu kegembiraan yang luar bisa, Agar bumi dan langit dapat tertawa gembira Supaya akal dan ruh serta penglihatan dapat meningkat seratus kali." Aku telah hilang dari diriku (fana) Kepandaianku tumpul, Aku tak tahu bagaimana memuji. Tak pantas seorang yang belum kembali kesadaran Memaksakan diri untuk berperan sebagai pembual. Bagaimana aku dapat-tanpa sadar- melukiskan sang Teman Yang tanpa tolak banding ? Pengembara tentang luka hati yang sepi ini sebaiknya ku tunda hingga lain waktu" Aku kembali, Dalam a...