Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

CERITANYA

Jadi begini, maksudku datang awal ke sini tu untuk mengisi waktu kejenuhan dan keresahan ku. Karena ku pikir, selain keluarga siapa lagi yang akan peduli, dan nyatanya memang berada disini adalah yang terbaik. Semakin hari semakin lama, ku sudah mulai terbiasa dengan jarangnya berkomunikasi, bukan jarang kali yah, hanya lebih sedikit daripada biasanya.  Hari itu, ku memutuskan untuk membatasi dan jangan terlalu bergantung dengan orang lain sekalipun itu "dia". Karena ku pikir, kembali menjadi cuek itu adalah jalan terbaik, hanya ingin membuktikan siapa yang lebih peduli.  Berjalannya waktu, ku mencoba menyibukkan diri, keluar mencari kesenangan, melangkah mencari lonjakkan. Dan sekarang ku sudah menemukan beberapa dari pencarian itu, aku sudah nyaman dan mungkin "dia" akan bertanya, "seperti bukan kamu yg dulu", "aku menghilang sebentar saja biasanya kamu telpon atau chat aku", dan saat ini aku berterima kasih karena sudah menyadarkan ku aga...

Imajinasi Mimpi

Tidurku terdoktrinasi mimpi Bangunku untuk mengingat Ceritanya tertanam didalam imajinasi. Tuan, kenapa selalu hadir ? Bahkan Anjing naik keatas ranjang kau persilahkan. Kau hangatkan dengan pelukan dan belaian, Aku mengingat bahkan Ibumu datang Anjing kau sembunyikan. "Tenang saja, Ibuku tidak akan melihat" "Tapi saudaramu melihat" "Tenang saja, ia ingin aku bahagia" Dengan selimbut loreng berbulu tebal ia tidur disampingnya, Udara dingin rasanya hangat Aku terlalu terdoktrinasi kondisi Mimpi, Berharap cerita apa lagi Jari tangan saling mengisi, Berjalan mengayuh udara tanpa basa basi. Sebuah gudang besar dalam perjanjian Banjir bah genangan membuat khawatir Dimana ia ? Menunggu rasa ingin mati Ia datang dengan senyuman pembuktian Memeluk, Berkata "jadilah wanita selayaknya Maha Raja, selalu memiliki kekuasaan kehendak, tapi kau bukan Tuhan dan aku selalu mencintaimu". Berdasarkan atas mimpi.

Darah dan Kesengsaraan

Berdiri pada kesengsaraan Tuhan mentertawakan, "Bercinta dengan-Ku saja wahai makhluk" "Jangan malu, Aku tidak akan cemburu" Dan aku selalu tersipu Ada yang mengatakan kepada janin di rahim, "Diluar sana ada sebuah dunia yang terartur, tempat yang menyenangkan, Penuh kesenangan dan makanan, luas dan lebar" Langit sangat tinggi dan berbinar Banyaknya bintang tak terkira, O Tuhan Keajaiban-Mu tak terlukiskan, Mengapa kau tetap tinggal mereguk darah, Didalam penjara kotor yang penuh penderitaan ini ? Janin itu layaknya tak percaya Karena yang buta tak memiliki imajinasi Hawa nafsu adalah rintangan yang kuat dan perkasa Begitupun dengan hasrat janin akan darah Memberinya makan ditempat yang hina Aku sengsara Merebakhan sayap tanpa bulu Naluri janin seperi duniawi Tetap hina karena darah. Dan aku diciptakan menjadi darah dan ia hina.

Kehendak Dingin, Dulu

Aku memeluk dingin, Bahkan aku bukan api Semakin menusuk terus ku pegang Sampai alam-Nya memutar. Belenggu pada kedinginan, Pohon bergoyang dalam gelap Menari dalam imajinasi. Tuhan-ku Maha Sempurna Berbaring diatas batu, Kupanggil namamu Tak menjawab tak merespon Duhai kasih, Kunang-kunang itu bercahaya tapi diam Menjadi titik dalam situasi memanggil Mataku rabun, ia hanya diam Dan aku membuka kehendak Genggaman itu, Memutar kembali kuasa-Nya Erat dan penuh belas kasih Maafkan aku Tuhan, Berjinah dengan angin-Mu Kehendak-Mu, aku bertemu kedamaian.

Tuan dan Teman

Lelah, perjalanan dalam panas terik beriringan bertiga. Ketika bertanya "teman itu siapa ?" Mereka teman-teman usia kita berbeda jauh dan aku lebih tua Salah satu membuka pikiranku "teman tidak akan selalu ada !", Memang betul, Teman akan datang ketika mencari kesenangan. Setelahnya, ia memakan ke-egoisan hawa nafsu Tapi aku memakluminya, Terkadang teman tidak tahu malu Tapi tenang, mereka tidak begitu Mereka selalu membantu dan membuatku rindu. Pemikiranku terbuka sejak 14 april 2018. Ucapan saran untuk mencari teman yang mau menerima, dan aku harus mencari Aku lakukan. Sebelumnya aku takut ketika seseorang mencari tengah malam atau sepertiga malam itu hanya sebuah himbauan "Aku takut kamu marah" Tuan, manusia ada lelahnya menunggu Dan Tuan akan merasakannya juga Logika sudah mengalahkan naluri, Terlihat tampak sangat jelas perubahan Sebuah komunikasi menjadi segan Ia ingin menemuiku, Tapi waktu selalu harus menunggu. Itu yang T...

DULU

Udara sudah terasa panas Buka baju dan semua yang menepel dengan kulit Ku rebahkan Tanpa berfikir apakah aku akan kedinginan ? Warna cokelat bercorak dot Ku masuk dan guling berkata "peluk aku" Sedemikan aku berbaring menyamping Keadaan setengah sadar Lalu berfikir Magis dulu selalu teringat Awal mula kita bertemu dan berucap Pegang tangan, Dan aku riang bertanya "ini apa ?" Sekian berapa kali kita bersama Senyum dan tertawa mengingatkan Apakah Tuhan menghendakinya ? Aku rindu Bukan kepadamu Hanya kepada kepedulianmu Berdoalah, Sebelum tidur aku membayangkan Angin, Tetap pada tepmat dimana ia memuja Selamat malam.

Mengalah Atas Samudera

Sepertiga malan aku berusaha menstabilkan otak Ku coba beberapa teguk Anggur dan semua berubah, Inginku menulis tanpa dasar sejak kemarin Teman adalah hal segalanya seperti yang ia katakan  Dan bonekaku menjadi sandaran meskipun selangkangannya berlubang Maaf, mungkin aku terlalu banyak bersandar Jika memilih, teman atau waktu ? Hanya teman yang akan aku perjuangkan  Kecuali seprangkat alat solat sudah di depan mata  Dunia akan berubah Sudah tua ia akan rapuh dan penuh sakit Berdoa pada TUAN, Apakah semuanya kan nyata wahai Tuan ? Ia pun seperti kondisi Andai aku anak Sultan Samudera, gunung, dan lautan akan aku nyatakan "Itu semua hartaku, dan alien tidak berhak atas segalanya" Jika aku anak seorang petani,  Ayahku berkata "Sudah siap memeberi anakku makan dari padi yang beegoyang ?" Dan aku akan mengalah atas segala samudera gunung dan lautan.  Bidaraiku akan turun "Ini nikmat atas Anggur, ia adalah anggur dan...

Naluri Memilih

Rumi, Ini sudah pagi dan lagi 00:00 berlalu ketika Tuhan berkata tahan Andai ku biarkan Waktu akan berjalan perlahan Bukan pada kekafiran "Tuhan Menghendakinya" "Tuhan Menghendakinya" "Tuhan Menghendakinya" Kumaksudkan tentang kekecewaan Laba-laba berjalan membawa telurnya, Sendiri menelusuri padang putih tanpa kasihani Lalu bertanya, mana bapak dari telurmu itu ? Rumi, Apa bedanya bertanya dengan mengajak ? Ketika iblis menunjukan suatu sasaran keinginan, Maka kekuatan yang terlelap itu bangkit dan bergerak kepadanya Naluri untuk memilih itu tersembunyi dalam jiwa Dan objek muncul dalam perbuatan Oh Iblis, Jangan bertuah ku mohon Waktu lama menjadi beban Waktu lama menjadi kelam Sementara, Malaikat menampakan kedalam hati Rumi, Aku ingin berkeliling sebentar bersama sembilan Ayah dari setiap langit. Menerima makanan dari Tuhan, seperti seorang bayi didalam kandungan Inginku, melewatkan ma...

Aku yang Menghilang

Sudah malam. Ketika pagi, keadaan sedang tidak bersahabat, seperti jenuh mendengar mereka berbicara. Mereka masih kecil dan seakan mentertawakan keberadaanku. Tanpa bersuara ku bangun dan ingin mencari persembunyian. Jiwa lepas membiarkan beban Bertemu manusia hanya menjadi angan Tuhan, Teori keindahan apa yang menjadi batin ? Bangunku diam, Tertunduk sedang apa yang mereka kerjakan. Bukan naluri, tapi memang aku butuh teman Dibatas jarak hanya ada satu keyakinan Tuhan Maha Mendengarkan Memang aku merindukan Wahai Tuan, Silahkan kau menjadi angin Dan gelap tetap menunggu keindahan Tapi hanya Tuhan dan bukan Tuan Tuan, diantara udara ada ketakutan Istilah Tuan akan datang apa kebenaran ? Memang benar, hanya saja aku yang meghilang Dan Tuan menjadi melupakan Maaf, aku hanya mengikutimu Pemikiranmu itu, Akan selalu ku coba. Selamat malam, semoga esok aku bisa menghubungi dan sekarang mungkin kamu sudah tidur. Hubungi saja kapan pun jika kau mau, jika handpho...

Antara Luar

Selamat pagi, sampai hari ini pasti akan banyak bertanya. Kenapa sering pergi ? Kenapa sering keluar rumah ? Kenapa sering kumpul dengan teman dan pulang larut malam ? Jawabannya aku ingin seperti "kamu" dan "semuanya karena kamu". Ketika kamu pulang malam, senang dengan teman, atau pergi bekerja pulang malam dan bertemu teman. Mungkin aku juga akan mengikuti cara itu. Sesuai dengan saranmu, "kamu yang harus mencari, jangan orang lain yang ingin mencari kamu, kamu yang harus menjemput bola". Mungkin itu menjadi motivasi, dan sekarang langkahku banyak diluar dan bertemu orang. Maaf jika ada kekhawatiran, aku hanya mengikuti saran. Terlebihnya kamu sedang sibuk sekali dan aku sudah bosan sendiri diantara dinding lalu menunggu kabar sampai sepi sendiri. Dan lagi, kamu pernah berkata "kalau aku lg sama temen ya aku fokus sama temen, kalau aku lagi kerja ya aku fokus kerja, dan kalau aku lg sama kamu ya aku fokus sama kamu". Apa sebaiknya aku meng...

Dibawah Kaki-Nya

Malam gelap dibawah kaki gunung Kita bersama berbicara seolah-olah semuanya benar Mereka bernyanyi dan tertawa Kita seakan saudara yang sudah bersama Suara merdu alunan sandiwara Terdengar jelas di telinga kita semua Galeap dan bulan mejadi imajinasi Berlalri-lari.... Kita bermimpi menjadi orang kaya Sekdar mimpi kita berbicara Tapi kita berbeda Semua tergantung orientasi Merka berdiskusi Malam sunyi menjadi imajinasi Kita berbicara seolah semua terorientasi Dewi malam melewati tanpa sepi Ia sendiri menjadi saksi Bahwa kita tetap berdiri dan menepi Terima kasih Tuhan, ini nikmat bersama :)