DIJODOHIN MAMAK
Jadi gini, hari ini kebangun gara2 sesuatu yang aku anggap itu kejadian yang sangat buruk sekali 😂
Pertamanya, beberapa hari ini aku sering bermimpi hidup didalam dunia pubg, mungkin imajinasiku sudah terlalu terkontaminasi. Dan dimimpiku yang sekarang ini, mamak ku marah karena aku hanya bisa main dan main, tanpa memikirkan sekeliling. Sampai akhirnya ia buka-buka situs tentang biro jodoh, cari-cari berita ttg anak lanang yg lg cari pendamping. Sampai ketika itu ceritanya aku sedang bermain paralayang, mamak ku datang ketempat itu, lalu mamak berkata, "neng ada yang mau lamar, gimana ? Mau terima atau tidak ? Mamak belum tau orangnya, tapi nenekmu cakap dia orang baik, keluarga kita sudah kenal keluarganya, dan ia hanya punya uang 4 juta untuk mas kawin, gimana ? Mau tidak ? Mamak tidak pedulikan mas kawin, asalkan anak mamak bisa seperti wanita biasanya, menikah dan berkeluarga bukannya main kesana kemari, mamak pusing". Responku jutek dan hanya berkata "2 atau 3 tahun lagi mak, tidak sekarang". "Yaudah pikirkan lg, sudah saatnya menikah bukan hanya main-maina saja", itu mamak ku ngomong kalau orang lain yg nomong udah aku kirim tuyul selusin :'D
Lanjut cerita, setelah mamak pulang, aku masih berada ditempat paralayang itu, seingatku disana ada si onong teman SMA ku, lama2 dia pergi pulang dan aku sendiri. Udara dingin, cuaca mendung dan hujan pun turun. Saat itu aku basah kuyup karena sekitarku tidak ada tempat berteduh, rasanya sangat jauh ketika melihat dari sekian jarak ada sebuah halte untuk berteduh, setelah ku kejar memang jauh, jaraknya itu seperti memainkan langkah kakiku, rasanya terus menjauh dan menjauh, pada akhirnya aku menangis diantara hujan, kenapa tujuanku memainkan ku ? Aku hanya ingin berteduh :'(
Setelah jarak memainkan akhirnya aku bisa berteduh juga, dan ketika di halte aku memikirkan ucapan mamakku, apa betul ? Apa harus ? Apa itu yang terbaik ?
Aku pun pulang dan menyetujui keinginan mamak untuk aku menikah. Itu pun dengan berat hati, karena sesungguhnya aku menunggu seseorang bukan mengorbankan perasaanku seperti ini (ceritanya begitu ah).
Mamak dan keluarga sangat sibuk sekali menyiapkan pernikahan, ini itu bla bla bla...
Singkatnya, hari H pernikahan sudah tiba, keluargaku banyaaaaak sekali yg datang, apalagi masyarakat juga banyak berkerubung depan rumahku. Kenapa banyak orang ? Apakah aku menikahi sorang artis ? Karena sejujurnya aku belum tau siapa yg menikah denganku, aku pikir ini seperti main lotre kehidupan. Setelah itu ijab kobul dan aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, hanya saja aku melihat separuh dr sisi samping. Orang-orang berkata "sah", tapi hatiku bukannya bahagia, seperti ingin menangis, bibir ingin berteriak "ini bohongan, aku bohongan, aku tidak serius untuk menikah skrg, aku tidak mau menikah". Yang aku lihat orang-orang terlihat bahagia dan bersalam-salaman, sampai akhirnya seseorang menghampiriku untuk bersalaman dan bertegur sapa, ternyata ia adalah orang yang ijab kobul tadi, berarti ia suamiku, semakin aku ingin menangis sejadi-jadinya dan berkata "aku tidak mau menikah".
Setelah bersalaman itu aku jalan kearah tangga dengan suasana hati yang bingung, tau kan klo nahan nangis terus tiba-tiba kehentak gitu dan gabisa nahan tangisan itu ? Nah gitu, pas mau naik tangga tiba-tiba nangis sejadi-jadinya sampai dada sesek dan temanku si onong dateng dan membantu berjalan, "aku hanya ingin menikah dengan orang yang benar-benar aku ingin, aku menunggu seseorang bukan menikah dengan dia, tapi orang yang aku tunggu mana nong ?, aku gamau nikah sekaraaaang huaaaaaa"
Pas lagi nangis gitu tiba-tiba hampir setengah kebangun dan ternyata beneran kebangun, istighfar beberapa kali sampe ternyata si aku nangis. Gatau, nikah dijodohin gitu serem juga, apalagi gatau orangnya siapa dan bentukannya kaya gimana. Cukup tau aja deh rasanya dijodohin itu gimana hahaha 😂
*Btw, ini bangun tidur langsung nulis, takut keburu lupa.
Pertamanya, beberapa hari ini aku sering bermimpi hidup didalam dunia pubg, mungkin imajinasiku sudah terlalu terkontaminasi. Dan dimimpiku yang sekarang ini, mamak ku marah karena aku hanya bisa main dan main, tanpa memikirkan sekeliling. Sampai akhirnya ia buka-buka situs tentang biro jodoh, cari-cari berita ttg anak lanang yg lg cari pendamping. Sampai ketika itu ceritanya aku sedang bermain paralayang, mamak ku datang ketempat itu, lalu mamak berkata, "neng ada yang mau lamar, gimana ? Mau terima atau tidak ? Mamak belum tau orangnya, tapi nenekmu cakap dia orang baik, keluarga kita sudah kenal keluarganya, dan ia hanya punya uang 4 juta untuk mas kawin, gimana ? Mau tidak ? Mamak tidak pedulikan mas kawin, asalkan anak mamak bisa seperti wanita biasanya, menikah dan berkeluarga bukannya main kesana kemari, mamak pusing". Responku jutek dan hanya berkata "2 atau 3 tahun lagi mak, tidak sekarang". "Yaudah pikirkan lg, sudah saatnya menikah bukan hanya main-maina saja", itu mamak ku ngomong kalau orang lain yg nomong udah aku kirim tuyul selusin :'D
Lanjut cerita, setelah mamak pulang, aku masih berada ditempat paralayang itu, seingatku disana ada si onong teman SMA ku, lama2 dia pergi pulang dan aku sendiri. Udara dingin, cuaca mendung dan hujan pun turun. Saat itu aku basah kuyup karena sekitarku tidak ada tempat berteduh, rasanya sangat jauh ketika melihat dari sekian jarak ada sebuah halte untuk berteduh, setelah ku kejar memang jauh, jaraknya itu seperti memainkan langkah kakiku, rasanya terus menjauh dan menjauh, pada akhirnya aku menangis diantara hujan, kenapa tujuanku memainkan ku ? Aku hanya ingin berteduh :'(
Setelah jarak memainkan akhirnya aku bisa berteduh juga, dan ketika di halte aku memikirkan ucapan mamakku, apa betul ? Apa harus ? Apa itu yang terbaik ?
Aku pun pulang dan menyetujui keinginan mamak untuk aku menikah. Itu pun dengan berat hati, karena sesungguhnya aku menunggu seseorang bukan mengorbankan perasaanku seperti ini (ceritanya begitu ah).
Mamak dan keluarga sangat sibuk sekali menyiapkan pernikahan, ini itu bla bla bla...
Singkatnya, hari H pernikahan sudah tiba, keluargaku banyaaaaak sekali yg datang, apalagi masyarakat juga banyak berkerubung depan rumahku. Kenapa banyak orang ? Apakah aku menikahi sorang artis ? Karena sejujurnya aku belum tau siapa yg menikah denganku, aku pikir ini seperti main lotre kehidupan. Setelah itu ijab kobul dan aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, hanya saja aku melihat separuh dr sisi samping. Orang-orang berkata "sah", tapi hatiku bukannya bahagia, seperti ingin menangis, bibir ingin berteriak "ini bohongan, aku bohongan, aku tidak serius untuk menikah skrg, aku tidak mau menikah". Yang aku lihat orang-orang terlihat bahagia dan bersalam-salaman, sampai akhirnya seseorang menghampiriku untuk bersalaman dan bertegur sapa, ternyata ia adalah orang yang ijab kobul tadi, berarti ia suamiku, semakin aku ingin menangis sejadi-jadinya dan berkata "aku tidak mau menikah".
Setelah bersalaman itu aku jalan kearah tangga dengan suasana hati yang bingung, tau kan klo nahan nangis terus tiba-tiba kehentak gitu dan gabisa nahan tangisan itu ? Nah gitu, pas mau naik tangga tiba-tiba nangis sejadi-jadinya sampai dada sesek dan temanku si onong dateng dan membantu berjalan, "aku hanya ingin menikah dengan orang yang benar-benar aku ingin, aku menunggu seseorang bukan menikah dengan dia, tapi orang yang aku tunggu mana nong ?, aku gamau nikah sekaraaaang huaaaaaa"
Pas lagi nangis gitu tiba-tiba hampir setengah kebangun dan ternyata beneran kebangun, istighfar beberapa kali sampe ternyata si aku nangis. Gatau, nikah dijodohin gitu serem juga, apalagi gatau orangnya siapa dan bentukannya kaya gimana. Cukup tau aja deh rasanya dijodohin itu gimana hahaha 😂
*Btw, ini bangun tidur langsung nulis, takut keburu lupa.
Komentar
Posting Komentar