Tuan dan Teman
Lelah, perjalanan dalam panas terik beriringan bertiga.
Ketika bertanya "teman itu siapa ?"
Mereka teman-teman usia kita berbeda jauh dan aku lebih tua
Salah satu membuka pikiranku
"teman tidak akan selalu ada !",
Memang betul,
Teman akan datang ketika mencari kesenangan.
Setelahnya, ia memakan ke-egoisan hawa nafsu
Tapi aku memakluminya,
Terkadang teman tidak tahu malu
Tapi tenang, mereka tidak begitu
Mereka selalu membantu dan membuatku rindu.
Pemikiranku terbuka sejak 14 april 2018.
Ucapan saran untuk mencari teman yang mau menerima, dan aku harus mencari
Aku lakukan.
Sebelumnya aku takut ketika seseorang mencari tengah malam atau sepertiga malam itu hanya sebuah himbauan
"Aku takut kamu marah"
Tuan, manusia ada lelahnya menunggu
Dan Tuan akan merasakannya juga
Logika sudah mengalahkan naluri,
Terlihat tampak sangat jelas perubahan
Sebuah komunikasi menjadi segan
Ia ingin menemuiku,
Tapi waktu selalu harus menunggu.
Itu yang Tuan lakukan kepadaku dulu.
Bukan dendam,
Sebelumnya saran dan tindakan Tuan
Dan sekarang aku sudah nyaman.
Pergi keluar,
Berpindah langkah dan mentertawakan orang
Bersama yang dikatakan teman
Tuan disana,
Menikmati jati diri "menghargai teman"
Aku pun seperti itu
Mengikuti bagaimana Tuan memperlakukan
Tuan sangat baik,
Tidak pernah melarang.
Dan aku pun seperti itu
Tuan harus bersyukur, aku bisa melangkah keluar dan kondisiku tidak terus bergantung kepada adanya Tuan. Karena aku sadar, Tuan atau teman tidak akan selamanya mengetahui kondisi batin apa yang aku rasakan. Terkadang mencari-Nya disepanjang jalan aku melintas sampai sekarang. Maaf jika sering membuatmu khawatir, dulu pun Tuan selalu membuatku seperti itu dan aku menerima kesabaran itu. Maaf jika jarang ada kabar, karena dulu pun Tuan sering tidak ada kabar. Maaf jika aku banyak salah, otak ini terlalu susah menjelaskan kepada hati. Karena logika sudah mengalahkan naluri.
Doaku, semoga Tuan dan teman-temanku selalu menjadi manusia yang tetap bahagia pada jalannya. Dan aku akan menikmati drama itu dari kejauhan. Selamat malam.
Ketika bertanya "teman itu siapa ?"
Mereka teman-teman usia kita berbeda jauh dan aku lebih tua
Salah satu membuka pikiranku
"teman tidak akan selalu ada !",
Memang betul,
Teman akan datang ketika mencari kesenangan.
Setelahnya, ia memakan ke-egoisan hawa nafsu
Tapi aku memakluminya,
Terkadang teman tidak tahu malu
Tapi tenang, mereka tidak begitu
Mereka selalu membantu dan membuatku rindu.
Pemikiranku terbuka sejak 14 april 2018.
Ucapan saran untuk mencari teman yang mau menerima, dan aku harus mencari
Aku lakukan.
Sebelumnya aku takut ketika seseorang mencari tengah malam atau sepertiga malam itu hanya sebuah himbauan
"Aku takut kamu marah"
Tuan, manusia ada lelahnya menunggu
Dan Tuan akan merasakannya juga
Logika sudah mengalahkan naluri,
Terlihat tampak sangat jelas perubahan
Sebuah komunikasi menjadi segan
Ia ingin menemuiku,
Tapi waktu selalu harus menunggu.
Itu yang Tuan lakukan kepadaku dulu.
Bukan dendam,
Sebelumnya saran dan tindakan Tuan
Dan sekarang aku sudah nyaman.
Pergi keluar,
Berpindah langkah dan mentertawakan orang
Bersama yang dikatakan teman
Tuan disana,
Menikmati jati diri "menghargai teman"
Aku pun seperti itu
Mengikuti bagaimana Tuan memperlakukan
Tuan sangat baik,
Tidak pernah melarang.
Dan aku pun seperti itu
Tuan harus bersyukur, aku bisa melangkah keluar dan kondisiku tidak terus bergantung kepada adanya Tuan. Karena aku sadar, Tuan atau teman tidak akan selamanya mengetahui kondisi batin apa yang aku rasakan. Terkadang mencari-Nya disepanjang jalan aku melintas sampai sekarang. Maaf jika sering membuatmu khawatir, dulu pun Tuan selalu membuatku seperti itu dan aku menerima kesabaran itu. Maaf jika jarang ada kabar, karena dulu pun Tuan sering tidak ada kabar. Maaf jika aku banyak salah, otak ini terlalu susah menjelaskan kepada hati. Karena logika sudah mengalahkan naluri.
Doaku, semoga Tuan dan teman-temanku selalu menjadi manusia yang tetap bahagia pada jalannya. Dan aku akan menikmati drama itu dari kejauhan. Selamat malam.
Komentar
Posting Komentar