Ma, Kasihani Aku
Hai Rumi, Aku tidak bisa menjadikan kata untuk syair sufistik Bernada pelan kemudian mematik Mencela diri terhadap sisi romantik Yang dulu sengaja Dia mencabik Hati yang labuh bertitik Tapi Rumi, Mamaku berkata: "betulkah sungguh-sungguh ?" "Menaruh jika tidak silahkan berlalu" "Kau nak, anakku, mamamu rapuh, Bila kau harus berlabuh pada yang Tidak sungguh-sungguh". Mamaku, sulit Mimpiku selalu ditinggalkan Tapi entah apa yang sedang akan terjadi Biarkan mamaku, resiko ada padaku Ku mencintaimu, mencintai-Nya Dan juga dia sang angin yang selalu aku tidak tahu apa dia berlabuh padaku Atau pada sesamaku yang bukan diriku "Ma, jika gilaku, bukan karena Illahi, Dia kan memisahkan". Tapi Aku sungguh-sungguh. Pia Alba, 20 September 2017