Imajinasi Mimpi
Tidurku terdoktrinasi mimpi
Bangunku untuk mengingat
Ceritanya tertanam didalam imajinasi.
Tuan, kenapa selalu hadir ?
Bahkan Anjing naik keatas ranjang kau persilahkan.
Kau hangatkan dengan pelukan dan belaian,
Aku mengingat bahkan Ibumu datang
Anjing kau sembunyikan.
"Tenang saja, Ibuku tidak akan melihat"
"Tapi saudaramu melihat"
"Tenang saja, ia ingin aku bahagia"
Dengan selimbut loreng berbulu tebal ia tidur disampingnya,
Udara dingin rasanya hangat
Aku terlalu terdoktrinasi kondisi
Mimpi,
Berharap cerita apa lagi
Jari tangan saling mengisi,
Berjalan mengayuh udara tanpa basa basi.
Sebuah gudang besar dalam perjanjian
Banjir bah genangan membuat khawatir
Dimana ia ? Menunggu rasa ingin mati
Ia datang dengan senyuman pembuktian
Memeluk,
Berkata "jadilah wanita selayaknya Maha Raja, selalu memiliki kekuasaan kehendak, tapi kau bukan Tuhan dan aku selalu mencintaimu".
Berdasarkan atas mimpi.
Bangunku untuk mengingat
Ceritanya tertanam didalam imajinasi.
Tuan, kenapa selalu hadir ?
Bahkan Anjing naik keatas ranjang kau persilahkan.
Kau hangatkan dengan pelukan dan belaian,
Aku mengingat bahkan Ibumu datang
Anjing kau sembunyikan.
"Tenang saja, Ibuku tidak akan melihat"
"Tapi saudaramu melihat"
"Tenang saja, ia ingin aku bahagia"
Dengan selimbut loreng berbulu tebal ia tidur disampingnya,
Udara dingin rasanya hangat
Aku terlalu terdoktrinasi kondisi
Mimpi,
Berharap cerita apa lagi
Jari tangan saling mengisi,
Berjalan mengayuh udara tanpa basa basi.
Sebuah gudang besar dalam perjanjian
Banjir bah genangan membuat khawatir
Dimana ia ? Menunggu rasa ingin mati
Ia datang dengan senyuman pembuktian
Memeluk,
Berkata "jadilah wanita selayaknya Maha Raja, selalu memiliki kekuasaan kehendak, tapi kau bukan Tuhan dan aku selalu mencintaimu".
Berdasarkan atas mimpi.
Komentar
Posting Komentar