Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

ESOK ATAU LUSA ?

Bukan atas dasar hal lain, memang perlakuan sikap ketidak-pedulian bukan keinginan semua orang sekalipun jatuhnya terhadap orang yang tidak peduli. Dan tentu, sangat wajar jika seorang wanita ingin selalu diperhatikan. Karena tidak bisa dihindari, seorang lelaki pun selalu ingin diperhatikan oleh wanitanya, menurutku hidup harus adil. Dan aku terlupa, ini hanya misal. Yang ku lihat dari kebanyakan, kami dan mereka sering bersikap acuh, tidak peduli, dan semerdekanya. Tapi pribadi merindukan semuanya. Ingat pertama kita mengenal ? Oh bukan pertama mengenal tapi setelah mengenal. Rasanya sebercanda apapun itu adalah komedi, tapi sekarang roman keadaannya mungkin sudah terlalu hambar untuk saling mentertawakan, bahkan aku sendiri menjadi segan ketika angin berhembus menyapa lalu aku hanya bisa merasakan dingin diantara malam dan kopi. Sebetulnya kemarin malam aku berbisik kepada angin diatas loteng rumahku, bahwa aku sudah sangat rindu, duduk berdua lalu kopi depanku, seakan ku curi pa...

Cerita Ia

Sepertinya "ia" ingin menjauhkan dirinya dari sekitar. Bahwasannya, ia tidak cukup sempurna untuk berbaur dengan mereka. Ia terlalu buruk jika harus dijadikan keluarga, bukannya kenapa, ia tidak mempunyai apa pun yang harus ia berikan atau ia banggakan. Yang ia rasakan, mungkin akan banyak perkataan jelek tentang dirinya dan berdampak tidak baik. Yang ku tau, ia selalu memohon dalam doanya agar esok ia menjadi sekumpulan tanah didalam kamarnya. Lalu, mamaknya mengira bahwa itu adalah tanah galian rakyat semut untuk rajanya.  Pernah ia berkata, bahwa hidup itu di per-Tuhan-kan oleh uang, jabatan, kasta, tingkat pergaulan dan latar belakang. Memang, aku pun setuju. Menurutku, tidak sedikit orang yang berperilaku layaknya Tuhan. Mereka merasa paling pintar dan berkuasa, padahal dikasih soal integral aja mereka belum tentu bisa.

CANTIK TIDAK MEMOTIVASIKU

Ingatanku, dunia menyiksa para wanita yang hanya sekedar tau apakah aku harus cantik ? Jika harus di tuliskan akan semakin menjurus pada satu titik dimana celaan itu TIDAK memotivasiku, ini khususnya aku. Aku tidak terkesan dengan cantik, aku buruk rupa, tidak akan pernah putih dan mereka akan selalu membenciku. Meskipun mereka mencela, aku bersykur karena hati dan otak masih bisa berfungsi. Belajarku tentang logika, pemahamanku sudah termodifikasi akan hal itu. Jadi singkatnya, tidak apa-apa jika mereka membenciku, karena logikaku sudah sangat sadar dan aku menikmati pertumbuhan rambutku dengan jalan yang aku ambil. Ada satu lagi cerita, tapi aku tidak tau memulainya dari mana. Esok aku bermimpi, dalam riwayatnya mereka semakin membenciku, "lebih menikmati hidupnya tanpa kehadiranku", aku bingung dengan salahku apa ? Aku sudah baik dan selalu mengalah. Lalu langkahku menghampiri sebuah pohon, bertanya mereka kenapa. Jawabnya "ini mimpi, lusa kau bangun dan bertemanla...