WEDANG MALAM

Udara dingin dengan jaket tipis berwarna hijau toska, malam ini kupaksakan berkeliling menelusuri sebagian dari kota kecil. "Dingin dan sendiri itu sudah menjadi kebiasaan", dan aku menyebut bahwa "diriku sudah sakit".
Aku kira itu hujan, ternyata aku memikirkan jika manusia hidup tanpa harus pulang dan kembali, atau manusia hidup seperti zombie dan tidak harus memiliki perasaan atas kasihan, aku kira itu akan menyenangkan.
Sampai pada rasa dingin dan kesepian merasuki, aku tidak harus pulang dan ku putuskan untuk mencari kehangatan, "wedang jahe" itu masih panas dan aku belum berani meneguk, aku duduk dalam sebuah angkringan yang disana hanya aku berdua dengan mamangnya, ia hanya duduk memperhatikan sekitar dan aku berusaha bercerita pada malam bahwa pulang adalah hal yang menyebalkan, ditambah dengan kondisi "aku memang tinggal sendiri".
Dingin ini semakin dingin, aku minum dan memang masih dingin. Suasana pun hanya bising dengan suara knalpot yang lewat sesekali, tapi aku tidak risih, itu hanya membuat malam semakin bersuara. Selanjutnya ku lihat mamang sedang membetulkan arang, rasanya ingin sekali aku mengajak arang atau barisan teko panas itu untuk berbicara, mungkin mereka akan menghangatkan malam, tapi sayangnya aku masih waras.
Sebetulnya aku malu, ketika aku menatap dengan mata kosong lalu air mata tiba-tiba terjatuh, langsung ku balik wajah. Tapi mungkin saat itu mamang sedang menunduk dan tidak memperhatikan, tapi rasanya itu benar-benar mamalukan. Aku ingat bahwa aku memang sudah sakit dan berfikir kenapa aku tidak menjadi zombie saja agar benar-benar sakit.

Besok pagi aku harus kembali kepada ruangan sepetak ku, dan harus meninggalkan rumah, dan itu membuat aku harus sendiri lagi tanpa disampigku ada siapa.
Setelah ini aku pulang ke2 rumah, kunci rumah dan nyala lampu bergantung atas pulangnya aku. Tidak akan ada yang peduli ketika lampu rumah ku mati atau menyala. Sekitar komplek ku hanya satpam yang memperhatikan. Tapi aku sudah terbiasa atas itu.

Rasanya baru tadi aku dikelilingi, tapi setelah itu sunyi kembali. Mereka menghampiri keinginan diri sendiri lalu pergi tanpa bertanya lagi.
Semoga pulangku tidak bertemu dengan manusia anarki. Selamat malam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mulai Cerita

Cerita Ia

GAMBAR DAN CURHATAN