Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

BILANG SAJA KALAU KAMU SENANG

Ada satu cara agar kau selalu tenang dan senang, melihatku menghilang dari jarak pandang dan tidak pernah bilang "kapan pulang". Sepertinya benar, jika semua itu dilakukan maka ia akan senang. Semakin lama hubungan semakin diperlihatkan mana yang masih peduli dan mana yang sudah tidak peduli. Bahkan arti dari kata saling menghargai pun akan hilang dengan sendirinya tanpa disadari. Betul begitu ? Aku berkata seperti itu hanya melihat pada kenyataan yang aku alami saja, bahkan aku tidak tahu harus mengartikannya seperti apa. Seakan dianggap bahwa aku bukan siapa-siapa, dan ia melihatku hanya keterpaksaan semata. Tolonglah, jika sudah tidak mau saling berkomunikasi bilang saja, dengan begitu aku pun akan pergi dan tidak akan menghubungimu lagi. Jangan menggantungkan suasana, karena itu membuatku bingung. Terima kasih.

MIMPIKU BELUM SELESAI

Aku bermimpi duduk disekolah dasar, ketika itu hujan deras dan aku harus pergi ke kelas sebelah. Karena dikampung, kelas satu dan yang lainnya terpisah oleh jalan setapak. Aku memaksakan untuk pergi tanpa payung atau plastik. Yang aku lihat ada gorengan terbang, ternyata temanku adalah hantu dan ia mencuri gorengan si penjualnya tanpa menampakan dirinya. Ketika itu ia menampakan sebagian wajahnya sehingga aku tau, lalu ia menarikku sampai halaman belakang "ulah beja-beja nya, maneh ge ulah sieun, urang kieu gara-gara bapak urang memuja setan, jadi urang ditumbalkeun". Ketika itu aku kaget, apa benar ? Apa aku senang ? Sebenarnya aku senang, akhirnya aku punya teman tak kasat mata. Dan aku berharap dia menjadi temanku selamanya agar aku tidak selalu sendirian.  Gara-gara dia, aku belajar mencuri gorengan, tapi ketika aku mencuri, aku malah diberi banyak oleh penjualnya, aku pun pergi dengan sekantong keresek berisi gorengan.  Setelah itu aku masuk kelas, aku bertemu Ich...

Bukan Mimpi, Sebenarnya Hanya Rindu.

01:14 aku mulai untuk menulis. Sepertinya aku akan sering menulis lagi disini bukan di blogku yang kedua. Malam ini aku merasakan sesuatu didadaku, mungkin itu yang dinamakan "sakit hati". Pikirku kalau sakit hati sebaiknya aku pergi ke dokter, tapi sepertinya ini bukan sakit yang harus diperiksa di lab, dan aku tidak tahu apakah dokter bisa menyembuhkannya atau dokter punya obatnya ? Kalau memang ada aku ingin membeli semuanya agar ketika aku "seperti ini" aku bisa baik-baik saja dan bisa tertawa meskipun sendirian. Maksud "bicaraku tadi", sebenarnya bukan tentang aku kesepian dan bercerita mimpi. Aku hanya rindu, tapi teman-temanmu lebih mengalahkanku, ketika ingin berbicara banyak dan bercerita tentang "hari ini aku bertemu manusia" tapi ia selalu terlihat lelah dan sibuk. Sebenarnya aku hanya ingin itu, berbicara, bercerita, dan saling menatap. Tapi waktu selalu menampakan kelelahan dan kebosanannya sampai ia tertidur. Dan aku sesosok wani...