Isyarat Teman

Masih kembali dalam gelap
Menelusuri jalan untuk apa malam-malam ?
Mencari sebatas pondok untuk mengasingkan.
Dan angin mencium perlahan.

Matahari dilangit ke empat menyembunyikan diri karena malu
Kata rumi,
Jika berita datang dari wajah Syamsuddin
Sejak namanya hadir kedalam mimpiku,
Harus aku sampaikan isyarat karunia itu.
Jiwaku merenggut jubahku:
Ia menangkap parfum bajunya Yusuf.
Ia berkata : "Demi persahabatan kita, ceritakanlah salah satu kegembiraan yang luar bisa,
Agar bumi dan langit dapat tertawa gembira
Supaya akal dan ruh serta penglihatan dapat meningkat seratus kali."

Aku telah hilang dari diriku (fana)
Kepandaianku tumpul,
Aku tak tahu bagaimana memuji.
Tak pantas seorang yang belum kembali kesadaran
Memaksakan diri untuk berperan sebagai pembual.

Bagaimana aku dapat-tanpa sadar- melukiskan sang Teman
Yang tanpa tolak banding ?

Pengembara tentang luka hati yang sepi ini sebaiknya ku tunda hingga lain waktu"

Aku kembali,
Dalam ayunan ku pandangi
Mereka menari dalam pagi melambai-lambai tanpa henti
Maaf aku sudah berjinah dengan dimensimu
Ber-cinta hangat dengan ranting yang rapuh
Dan terdengar kicauan burung bernyanyi merdu sekali

Dari jauh kupandangi lagi,
Dua orang dan satu anjing sedang berlari
Mengejar anjing bak mereka menguji nyali
Aku memandangi diri
O Tuhaaaan,
Nerakamu bukan tempat indah,
Aku ingin kembali menjadi Tanah,
Maaf kan kesalahan mereka O Tuhan.

Seperti bentuk dalam sebuah cermin, ku ikuti wajah itu.
Tuhan menampakan dan menyembuyikan sifat-sifat-Nya.
Tatkala Tuhan tertawa, maka aku pun tertawa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mulai Cerita

Cerita Ia

GAMBAR DAN CURHATAN