Cerita Ia
Sepertinya "ia" ingin menjauhkan dirinya dari sekitar. Bahwasannya, ia tidak cukup sempurna untuk berbaur dengan mereka. Ia terlalu buruk jika harus dijadikan keluarga, bukannya kenapa, ia tidak mempunyai apa pun yang harus ia berikan atau ia banggakan. Yang ia rasakan, mungkin akan banyak perkataan jelek tentang dirinya dan berdampak tidak baik. Yang ku tau, ia selalu memohon dalam doanya agar esok ia menjadi sekumpulan tanah didalam kamarnya. Lalu, mamaknya mengira bahwa itu adalah tanah galian rakyat semut untuk rajanya.
Pernah ia berkata, bahwa hidup itu di per-Tuhan-kan oleh uang, jabatan, kasta, tingkat pergaulan dan latar belakang. Memang, aku pun setuju. Menurutku, tidak sedikit orang yang berperilaku layaknya Tuhan. Mereka merasa paling pintar dan berkuasa, padahal dikasih soal integral aja mereka belum tentu bisa.
Komentar
Posting Komentar