Kehendak Dingin, Dulu
Aku memeluk dingin,
Bahkan aku bukan api
Semakin menusuk terus ku pegang
Sampai alam-Nya memutar.
Belenggu pada kedinginan,
Pohon bergoyang dalam gelap
Menari dalam imajinasi.
Tuhan-ku Maha Sempurna
Berbaring diatas batu,
Kupanggil namamu
Tak menjawab tak merespon
Duhai kasih,
Kunang-kunang itu bercahaya tapi diam
Menjadi titik dalam situasi memanggil
Mataku rabun, ia hanya diam
Dan aku membuka kehendak
Genggaman itu,
Memutar kembali kuasa-Nya
Erat dan penuh belas kasih
Maafkan aku Tuhan,
Berjinah dengan angin-Mu
Kehendak-Mu, aku bertemu kedamaian.
Bahkan aku bukan api
Semakin menusuk terus ku pegang
Sampai alam-Nya memutar.
Belenggu pada kedinginan,
Pohon bergoyang dalam gelap
Menari dalam imajinasi.
Tuhan-ku Maha Sempurna
Berbaring diatas batu,
Kupanggil namamu
Tak menjawab tak merespon
Duhai kasih,
Kunang-kunang itu bercahaya tapi diam
Menjadi titik dalam situasi memanggil
Mataku rabun, ia hanya diam
Dan aku membuka kehendak
Genggaman itu,
Memutar kembali kuasa-Nya
Erat dan penuh belas kasih
Maafkan aku Tuhan,
Berjinah dengan angin-Mu
Kehendak-Mu, aku bertemu kedamaian.
Komentar
Posting Komentar