CANTIK TIDAK MEMOTIVASIKU
Ingatanku, dunia menyiksa para wanita yang hanya sekedar tau apakah aku harus cantik ? Jika harus di tuliskan akan semakin menjurus pada satu titik dimana celaan itu TIDAK memotivasiku, ini khususnya aku.
Aku tidak terkesan dengan cantik, aku buruk rupa, tidak akan pernah putih dan mereka akan selalu membenciku. Meskipun mereka mencela, aku bersykur karena hati dan otak masih bisa berfungsi. Belajarku tentang logika, pemahamanku sudah termodifikasi akan hal itu. Jadi singkatnya, tidak apa-apa jika mereka membenciku, karena logikaku sudah sangat sadar dan aku menikmati pertumbuhan rambutku dengan jalan yang aku ambil.
Ada satu lagi cerita, tapi aku tidak tau memulainya dari mana. Esok aku bermimpi, dalam riwayatnya mereka semakin membenciku, "lebih menikmati hidupnya tanpa kehadiranku", aku bingung dengan salahku apa ? Aku sudah baik dan selalu mengalah. Lalu langkahku menghampiri sebuah pohon, bertanya mereka kenapa. Jawabnya "ini mimpi, lusa kau bangun dan bertemanlah dengan Zombie". Semakin lama aku bercakap, pohon berkata "sudahlah, kau tau Tuhan ? Kalau kau tau, Ia yang akan membalas kesedihanmu". Setelah itu sedikit tenang, aku kembali berjalan dengan iringan hujan dan sampai pada sebuah rumah besar dan tinggi, bertemulah aku dengan mereka dan bertegur, ia mengejekku, seolah-olah aku rendah dan menjijikan. Pikirku, lebih baik diam saja lalu berjalan menuju lantai paling atas dan aku harus melakukan loncat indah sampai lantai dasar, setelah itu aku mati dan mereka tidak bisa merendahkanku lagi, ceritanya mungkin memang begitu karena mimpiku berjalan sempurna tanpa mereka sadari bahwa sudah membunuhku di alam bawah sadar.
Dalam lahiriyahnya,
Aku tidak seperti emas yang selalu dicari, bahkan sangat terlalu buruk jika harus dibandingkan dengan berlian.
Mereka menampakan seperti itu, teman yang di inginkan hanya wanita cantik dan sempurna kan ? Saranku, pergilah ke rumah sakit, carilah dokter bedah, lalu bedahlah otak dan hati kalian, mintalah untuk di cuci terlebih dahulu, lalu tolong untuk di setting ulang agar lebih sinkron dan bisa berfikir lebih positif.
Ya begitulah, mimpiku kadang terlalu sadis dan lebih produktif. Tapi aku ada saran untuk mimpiku, maksudnya saran untuk otak dan imajinasiku sendiri.
"Aku" lebih baik untuk menghargai perilaku orang lain, memaklumi apa adanya, menerima ketidak sempurnaannya, dan menjadikan mereka biasa saja daripada merendahkannya. Aku mengerti bahwa lidah itu lunak tapi sangat tajam, dan itu terkadang menyakitkan.
Jadi, rencana cerita mimpiku yang tidak jelas untuk esok sudah aku pikirkan, tapi kemarin aku sudah mengetahuinya, dan maaf kata-kataku tidak beraturan, otakku sedang mencari sesuatu yang bisa dimakan dan ia sedang berjalan menuju persimpangan yang banyak perkumpulan Zombie dan dikanan perkumpulan Alien, aku bergabung.
Aku tidak terkesan dengan cantik, aku buruk rupa, tidak akan pernah putih dan mereka akan selalu membenciku. Meskipun mereka mencela, aku bersykur karena hati dan otak masih bisa berfungsi. Belajarku tentang logika, pemahamanku sudah termodifikasi akan hal itu. Jadi singkatnya, tidak apa-apa jika mereka membenciku, karena logikaku sudah sangat sadar dan aku menikmati pertumbuhan rambutku dengan jalan yang aku ambil.
Ada satu lagi cerita, tapi aku tidak tau memulainya dari mana. Esok aku bermimpi, dalam riwayatnya mereka semakin membenciku, "lebih menikmati hidupnya tanpa kehadiranku", aku bingung dengan salahku apa ? Aku sudah baik dan selalu mengalah. Lalu langkahku menghampiri sebuah pohon, bertanya mereka kenapa. Jawabnya "ini mimpi, lusa kau bangun dan bertemanlah dengan Zombie". Semakin lama aku bercakap, pohon berkata "sudahlah, kau tau Tuhan ? Kalau kau tau, Ia yang akan membalas kesedihanmu". Setelah itu sedikit tenang, aku kembali berjalan dengan iringan hujan dan sampai pada sebuah rumah besar dan tinggi, bertemulah aku dengan mereka dan bertegur, ia mengejekku, seolah-olah aku rendah dan menjijikan. Pikirku, lebih baik diam saja lalu berjalan menuju lantai paling atas dan aku harus melakukan loncat indah sampai lantai dasar, setelah itu aku mati dan mereka tidak bisa merendahkanku lagi, ceritanya mungkin memang begitu karena mimpiku berjalan sempurna tanpa mereka sadari bahwa sudah membunuhku di alam bawah sadar.
Dalam lahiriyahnya,
Aku tidak seperti emas yang selalu dicari, bahkan sangat terlalu buruk jika harus dibandingkan dengan berlian.
Mereka menampakan seperti itu, teman yang di inginkan hanya wanita cantik dan sempurna kan ? Saranku, pergilah ke rumah sakit, carilah dokter bedah, lalu bedahlah otak dan hati kalian, mintalah untuk di cuci terlebih dahulu, lalu tolong untuk di setting ulang agar lebih sinkron dan bisa berfikir lebih positif.
Ya begitulah, mimpiku kadang terlalu sadis dan lebih produktif. Tapi aku ada saran untuk mimpiku, maksudnya saran untuk otak dan imajinasiku sendiri.
"Aku" lebih baik untuk menghargai perilaku orang lain, memaklumi apa adanya, menerima ketidak sempurnaannya, dan menjadikan mereka biasa saja daripada merendahkannya. Aku mengerti bahwa lidah itu lunak tapi sangat tajam, dan itu terkadang menyakitkan.
Jadi, rencana cerita mimpiku yang tidak jelas untuk esok sudah aku pikirkan, tapi kemarin aku sudah mengetahuinya, dan maaf kata-kataku tidak beraturan, otakku sedang mencari sesuatu yang bisa dimakan dan ia sedang berjalan menuju persimpangan yang banyak perkumpulan Zombie dan dikanan perkumpulan Alien, aku bergabung.
Komentar
Posting Komentar