Bukan Mimpi, Sebenarnya Hanya Rindu.
01:14 aku mulai untuk menulis. Sepertinya aku akan sering menulis lagi disini bukan di blogku yang kedua.
Malam ini aku merasakan sesuatu didadaku, mungkin itu yang dinamakan "sakit hati". Pikirku kalau sakit hati sebaiknya aku pergi ke dokter, tapi sepertinya ini bukan sakit yang harus diperiksa di lab, dan aku tidak tahu apakah dokter bisa menyembuhkannya atau dokter punya obatnya ? Kalau memang ada aku ingin membeli semuanya agar ketika aku "seperti ini" aku bisa baik-baik saja dan bisa tertawa meskipun sendirian.
Maksud "bicaraku tadi", sebenarnya bukan tentang aku kesepian dan bercerita mimpi. Aku hanya rindu, tapi teman-temanmu lebih mengalahkanku, ketika ingin berbicara banyak dan bercerita tentang "hari ini aku bertemu manusia" tapi ia selalu terlihat lelah dan sibuk. Sebenarnya aku hanya ingin itu, berbicara, bercerita, dan saling menatap. Tapi waktu selalu menampakan kelelahan dan kebosanannya sampai ia tertidur. Dan aku sesosok wanita yang tidak berguna selalu mengharapkan lebih tanpa melihat sosok kegunaan diriku.
Hatiku menjadi aneh sejak tgl 14 April 2018, ketika aku menunggu kabar darinya dan arti kata menunggu sudah dikalahkan dengan teman-teman yang lebih menyenangkan dariku. Mungkin itu hanya cemburu saja, karena bisaku apa ? Untuk bertemu dengannya saja aku tidak bisa, untuk menikmati waktu lebih lama saja aku masih belum bisa, karena ku tau waktunya sangat sibuk dan sepertinya aku sangat membosankan untuk diajak berbicara, bahkan ketika berbicara saja dia terlihat sudah malas untuk melihatku. Pergi pagi tanpa kabar, pulang malam, lalu kadang lama kadang sebentar kita bertatap-tatapan, tapi setelah itu ia sering tertidur dan aku sering berbicara sendiri seperti manusia yang meminta belas kasih.
"Andai saja aku tidak pernah bangun lagi, mungkin mimpiku akan membuat sesosok wanita itu seperti manusia, dan lelaki itu akan bebas bersama teman-temannya tanpa mendengar bunyi telpon dariku".
Sebagai sesosok wanita yang tidak beguna dan tidak bisa apa-apa, seharusnya aku berfikir lagi, kenapa aku terlalu banyak minta meskipun itu rindu ? Kenapa aku selalu tekesan memaksakan dirinya ? Kenapa saat ini kebahagiaanku bergantung atas respon apa yang ia berikan kepadaku ? Dan kenapa hidup itu terlalu banyak maunya ?
Pesanku saja, aku akan berusaha untuk menjemput bola, dan untuk dia aku persilahkan agar lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman-temanmu, hiraukan saja sosok wanita yang selalu menunggumu, karena ia hanya akan menjadi penghalang untuk kebahagiaan dan kesuksesanmu, jangan pernah memberikannya waktu untuk berbicara banyak, karena akan menbuat dirinya tidak akan berhenti bicara. Semoga kau, teman-temanmu, pekerjaanmu, dan kehidupanmu selalu berjalan seimbang dan penuh kebahagiaan
Semoga harimu selalu indah, salam rindu.
Malam ini aku merasakan sesuatu didadaku, mungkin itu yang dinamakan "sakit hati". Pikirku kalau sakit hati sebaiknya aku pergi ke dokter, tapi sepertinya ini bukan sakit yang harus diperiksa di lab, dan aku tidak tahu apakah dokter bisa menyembuhkannya atau dokter punya obatnya ? Kalau memang ada aku ingin membeli semuanya agar ketika aku "seperti ini" aku bisa baik-baik saja dan bisa tertawa meskipun sendirian.
Maksud "bicaraku tadi", sebenarnya bukan tentang aku kesepian dan bercerita mimpi. Aku hanya rindu, tapi teman-temanmu lebih mengalahkanku, ketika ingin berbicara banyak dan bercerita tentang "hari ini aku bertemu manusia" tapi ia selalu terlihat lelah dan sibuk. Sebenarnya aku hanya ingin itu, berbicara, bercerita, dan saling menatap. Tapi waktu selalu menampakan kelelahan dan kebosanannya sampai ia tertidur. Dan aku sesosok wanita yang tidak berguna selalu mengharapkan lebih tanpa melihat sosok kegunaan diriku.
Hatiku menjadi aneh sejak tgl 14 April 2018, ketika aku menunggu kabar darinya dan arti kata menunggu sudah dikalahkan dengan teman-teman yang lebih menyenangkan dariku. Mungkin itu hanya cemburu saja, karena bisaku apa ? Untuk bertemu dengannya saja aku tidak bisa, untuk menikmati waktu lebih lama saja aku masih belum bisa, karena ku tau waktunya sangat sibuk dan sepertinya aku sangat membosankan untuk diajak berbicara, bahkan ketika berbicara saja dia terlihat sudah malas untuk melihatku. Pergi pagi tanpa kabar, pulang malam, lalu kadang lama kadang sebentar kita bertatap-tatapan, tapi setelah itu ia sering tertidur dan aku sering berbicara sendiri seperti manusia yang meminta belas kasih.
"Andai saja aku tidak pernah bangun lagi, mungkin mimpiku akan membuat sesosok wanita itu seperti manusia, dan lelaki itu akan bebas bersama teman-temannya tanpa mendengar bunyi telpon dariku".
Sebagai sesosok wanita yang tidak beguna dan tidak bisa apa-apa, seharusnya aku berfikir lagi, kenapa aku terlalu banyak minta meskipun itu rindu ? Kenapa aku selalu tekesan memaksakan dirinya ? Kenapa saat ini kebahagiaanku bergantung atas respon apa yang ia berikan kepadaku ? Dan kenapa hidup itu terlalu banyak maunya ?
Pesanku saja, aku akan berusaha untuk menjemput bola, dan untuk dia aku persilahkan agar lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman-temanmu, hiraukan saja sosok wanita yang selalu menunggumu, karena ia hanya akan menjadi penghalang untuk kebahagiaan dan kesuksesanmu, jangan pernah memberikannya waktu untuk berbicara banyak, karena akan menbuat dirinya tidak akan berhenti bicara. Semoga kau, teman-temanmu, pekerjaanmu, dan kehidupanmu selalu berjalan seimbang dan penuh kebahagiaan
Semoga harimu selalu indah, salam rindu.
Komentar
Posting Komentar