Postingan

Mulai Cerita

Okay, we have a problems. Mau mulai nulis karena kesibukan dan kesendirian dalam rutinitas baru. Jangan banyak bicara, mungkin itulah jawaban untuk saat ini. Kita ikuti situasi baru, keserakahan, keramaian, kecurangan, ketidak-pastian, kemandirian, dan ketidak-tahuan. Aku ada diantara keinginan dan keterpaksaan, otak kanan dan kiriku harus bekerja, jadilah misterius kalo kata orang. Tapi, terkadang aku tidak yakin dengan hidup ini, tapi memang harus ku jalani. Ingin rasanya menjadi semut, ia buta dan kecil. Ingin menjadi domba, ia makan dan bermain dimana saja. Harus sabar memang...... Esok lagi, aku akan pergi sendiri, mencari apa yang ku tidak tahu. Jalan pulang aku tidak peduli, yang jelas nanti pada saatnya aku akan mati dan selalu sendiri. Teringat waktu itu, kejadian yang sudah-sudah akan menjadi cerita. Ada kalanya aku duduk ditempat kopi sendiri dengan pensil di tangan, aku rindu Nangor. Dan hari ini rasanya kacau. Semoga esok ada cerita lagi.

Menunggu Hari Berlalu

Suasana malam dengan hujan dan suara katak yang berisik. Ceritanya, Hari masih saja kalut, awal pagi yang masih pagi. Ku tidur telat untuk menonton sebuah film yang mungkin sedikit aku pahami dari karakter wanita. Hariku masih membiasakan dengan kondisi tempat baru. Ya, aku baru saja pindah tempat tinggal, awal tahun ini, 2020. Masih sering bermimpi bahwa aku harus betah, harus bisa untuk bercakap dengan orang lain, memang rasanya aneh. Bangun tidurku tidak sama, aku melihat orang dan mendengar suara manusia yang begitu berisik, bahkan suara kendaraan yang akan berjalan dikala aku bangun. Pagiku baru ku tidur, siangku terbangun dengan sebuah ingatan aku harus keluar dan mencari sesuatu. Kala itu, kubangun dan mencuci muka saja, ku hisap satu saja lalu aku pergi. Sepulangku, ku mendengar mereka mengajakku untuk berenang, mereka teman baruku dalam sebuah atap, aku harus ikut, melatih sosialku dalam bercengkrama, mau tidak mau. Ku hanya ikut dan berusaha berbaur dengan keadaan, han...

WEDANG MALAM

Udara dingin dengan jaket tipis berwarna hijau toska, malam ini kupaksakan berkeliling menelusuri sebagian dari kota kecil. "Dingin dan sendiri itu sudah menjadi kebiasaan", dan aku menyebut bahwa "diriku sudah sakit". Aku kira itu hujan, ternyata aku memikirkan jika manusia hidup tanpa harus pulang dan kembali, atau manusia hidup seperti zombie dan tidak harus memiliki perasaan atas kasihan, aku kira itu akan menyenangkan. Sampai pada rasa dingin dan kesepian merasuki, aku tidak harus pulang dan ku putuskan untuk mencari kehangatan, "wedang jahe" itu masih panas dan aku belum berani meneguk, aku duduk dalam sebuah angkringan yang disana hanya aku berdua dengan mamangnya, ia hanya duduk memperhatikan sekitar dan aku berusaha bercerita pada malam bahwa pulang adalah hal yang menyebalkan, ditambah dengan kondisi "aku memang tinggal sendiri". Dingin ini semakin dingin, aku minum dan memang masih dingin. Suasana pun hanya bising dengan suara knalp...

ESOK ATAU LUSA ?

Bukan atas dasar hal lain, memang perlakuan sikap ketidak-pedulian bukan keinginan semua orang sekalipun jatuhnya terhadap orang yang tidak peduli. Dan tentu, sangat wajar jika seorang wanita ingin selalu diperhatikan. Karena tidak bisa dihindari, seorang lelaki pun selalu ingin diperhatikan oleh wanitanya, menurutku hidup harus adil. Dan aku terlupa, ini hanya misal. Yang ku lihat dari kebanyakan, kami dan mereka sering bersikap acuh, tidak peduli, dan semerdekanya. Tapi pribadi merindukan semuanya. Ingat pertama kita mengenal ? Oh bukan pertama mengenal tapi setelah mengenal. Rasanya sebercanda apapun itu adalah komedi, tapi sekarang roman keadaannya mungkin sudah terlalu hambar untuk saling mentertawakan, bahkan aku sendiri menjadi segan ketika angin berhembus menyapa lalu aku hanya bisa merasakan dingin diantara malam dan kopi. Sebetulnya kemarin malam aku berbisik kepada angin diatas loteng rumahku, bahwa aku sudah sangat rindu, duduk berdua lalu kopi depanku, seakan ku curi pa...

Cerita Ia

Sepertinya "ia" ingin menjauhkan dirinya dari sekitar. Bahwasannya, ia tidak cukup sempurna untuk berbaur dengan mereka. Ia terlalu buruk jika harus dijadikan keluarga, bukannya kenapa, ia tidak mempunyai apa pun yang harus ia berikan atau ia banggakan. Yang ia rasakan, mungkin akan banyak perkataan jelek tentang dirinya dan berdampak tidak baik. Yang ku tau, ia selalu memohon dalam doanya agar esok ia menjadi sekumpulan tanah didalam kamarnya. Lalu, mamaknya mengira bahwa itu adalah tanah galian rakyat semut untuk rajanya.  Pernah ia berkata, bahwa hidup itu di per-Tuhan-kan oleh uang, jabatan, kasta, tingkat pergaulan dan latar belakang. Memang, aku pun setuju. Menurutku, tidak sedikit orang yang berperilaku layaknya Tuhan. Mereka merasa paling pintar dan berkuasa, padahal dikasih soal integral aja mereka belum tentu bisa.

CANTIK TIDAK MEMOTIVASIKU

Ingatanku, dunia menyiksa para wanita yang hanya sekedar tau apakah aku harus cantik ? Jika harus di tuliskan akan semakin menjurus pada satu titik dimana celaan itu TIDAK memotivasiku, ini khususnya aku. Aku tidak terkesan dengan cantik, aku buruk rupa, tidak akan pernah putih dan mereka akan selalu membenciku. Meskipun mereka mencela, aku bersykur karena hati dan otak masih bisa berfungsi. Belajarku tentang logika, pemahamanku sudah termodifikasi akan hal itu. Jadi singkatnya, tidak apa-apa jika mereka membenciku, karena logikaku sudah sangat sadar dan aku menikmati pertumbuhan rambutku dengan jalan yang aku ambil. Ada satu lagi cerita, tapi aku tidak tau memulainya dari mana. Esok aku bermimpi, dalam riwayatnya mereka semakin membenciku, "lebih menikmati hidupnya tanpa kehadiranku", aku bingung dengan salahku apa ? Aku sudah baik dan selalu mengalah. Lalu langkahku menghampiri sebuah pohon, bertanya mereka kenapa. Jawabnya "ini mimpi, lusa kau bangun dan bertemanla...

DIJODOHIN MAMAK

Jadi gini, hari ini kebangun gara2 sesuatu yang aku anggap itu kejadian yang sangat buruk sekali 😂 Pertamanya, beberapa hari ini aku sering bermimpi hidup didalam dunia pubg, mungkin imajinasiku sudah terlalu terkontaminasi. Dan dimimpiku yang sekarang ini, mamak ku marah karena aku hanya bisa main dan main, tanpa memikirkan sekeliling. Sampai akhirnya ia buka-buka situs tentang biro jodoh, cari-cari berita ttg anak lanang yg lg cari pendamping. Sampai ketika itu ceritanya aku sedang bermain paralayang, mamak ku datang ketempat itu, lalu mamak berkata, "neng ada yang mau lamar, gimana ? Mau terima atau tidak ? Mamak belum tau orangnya, tapi nenekmu cakap dia orang baik, keluarga kita sudah kenal keluarganya, dan ia hanya punya uang 4 juta untuk mas kawin, gimana ? Mau tidak ? Mamak tidak pedulikan mas kawin, asalkan anak mamak bisa seperti wanita biasanya, menikah dan berkeluarga bukannya main kesana kemari, mamak pusing". Responku jutek dan hanya berkata "2 atau 3 tahu...