Naluri Memilih

Rumi,
Ini sudah pagi dan lagi
00:00 berlalu ketika Tuhan berkata tahan

Andai ku biarkan
Waktu akan berjalan perlahan
Bukan pada kekafiran

"Tuhan Menghendakinya"
"Tuhan Menghendakinya"
"Tuhan Menghendakinya"

Kumaksudkan tentang kekecewaan
Laba-laba berjalan membawa telurnya,
Sendiri menelusuri padang putih tanpa kasihani
Lalu bertanya, mana bapak dari telurmu itu ?

Rumi,
Apa bedanya bertanya dengan mengajak ?
Ketika iblis menunjukan suatu sasaran keinginan,
Maka kekuatan yang terlelap itu bangkit dan bergerak kepadanya
Naluri untuk memilih itu tersembunyi dalam jiwa
Dan objek muncul dalam perbuatan
Oh Iblis,
Jangan bertuah ku mohon
Waktu lama menjadi beban
Waktu lama menjadi kelam
Sementara, Malaikat menampakan kedalam hati

Rumi,
Aku ingin berkeliling sebentar bersama sembilan Ayah dari setiap langit.
Menerima makanan dari Tuhan, seperti seorang bayi didalam kandungan
Inginku, melewatkan malam bersama para asketis didalam biara.
Akulah kepedihan dari si pencemburu pertemanan

Aku tak pandai mempertimbangkan akal,
Ajaran paksaan kehendak (jabr) lebih buruk dari pada ajaran kebebasan kehendak (qadar).
Karena seorang Jabbariyah itu mengingkari kesadarannya sendiri
"Apabila hanya Tuhan semata yang memiliki kekuatan untuk memilih, mengapa engkau sakit hati dan kecewa kepada wanita yang telah kau lihat ?"
Engkau telah melepaskan kemungkinan ketidakmampuan
Tuhan, namun engkau menyebut-Nya benar-benar tidak tahu dan dungu.

Berusaha keraslah untuk memperoleh ilham dari cawan cinta Tuhan,
Sehingga engkau tak mementingkan diri sendiri dan tanpa kehendak
Seluruh kehendak akan menjadi milik Anggur itu, dan engkau akan menjadi pemaaf yang sesungguhnya.


Wahai Rumi, maaf
Aku terlalu banyak berbicara,
Batin ingin seperti dewa tapi aku bukan siapa-siapa
Bahkan binatang pun mengenal perasaan batin ini.

Pia Alba

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mulai Cerita

Cerita Ia

GAMBAR DAN CURHATAN