-
Gelap,
Ku pulang lebih awal
Ku terima kabar memanggil
Ketika itu lampu merah belum hijau
Ku buka singkat pesan itu
Lalu ku masukan kemali
Karena hijau menghampiri
Ku sampai di sebuah titik
Ku panggil teman lalu menepi
Ku lanjutkan kebali sampai hijau menghampiri
Lalu ku sampai lagi
Ku pulang dan membaca
Ternyata sedang berpesta dengan mereka
Pikirku tidak menerka
Silahkan saja terus berpesta
Karena ku pulang untuk sengaja
Berbaring
Pikirku, ingin kembali menyusuri malam dengan pil
Sendiri
Hampanya orang-orang pergi
Ku ingat,
Ketenangan itu aku ingat
Ku tuangkan, ku tenggelam
Biarkan
Aku menikmati imajinasiku sendiri
Membuat pikiranku tidak membaur
Ku tertawa
Melihat aku menari didalam cermin
Menyadari bahwa aku ada dua
Menyadari bahwa aku ada teman
Menyadari bahwa aku dewa
Ku tuangkan lagi
Sekali
Dua kali
Sampai ku jilat
Berakhir tersipu
Aku meragu
Tertawa hahahaha
Bersandar pada yang rapuh
Lalu ku bangkit
Malammu, tidak seindah malamku
Tertawaku, mentertawakan kesialanku
Ejekannku, untuk apa menunggu
Cukup arakku menjadi teman imajinasiku
Pia Alba, 8 Agustus 2017
Ku pulang lebih awal
Ku terima kabar memanggil
Ketika itu lampu merah belum hijau
Ku buka singkat pesan itu
Lalu ku masukan kemali
Karena hijau menghampiri
Ku sampai di sebuah titik
Ku panggil teman lalu menepi
Ku lanjutkan kebali sampai hijau menghampiri
Lalu ku sampai lagi
Ku pulang dan membaca
Ternyata sedang berpesta dengan mereka
Pikirku tidak menerka
Silahkan saja terus berpesta
Karena ku pulang untuk sengaja
Berbaring
Pikirku, ingin kembali menyusuri malam dengan pil
Sendiri
Hampanya orang-orang pergi
Ku ingat,
Ketenangan itu aku ingat
Ku tuangkan, ku tenggelam
Biarkan
Aku menikmati imajinasiku sendiri
Membuat pikiranku tidak membaur
Ku tertawa
Melihat aku menari didalam cermin
Menyadari bahwa aku ada dua
Menyadari bahwa aku ada teman
Menyadari bahwa aku dewa
Ku tuangkan lagi
Sekali
Dua kali
Sampai ku jilat
Berakhir tersipu
Aku meragu
Tertawa hahahaha
Bersandar pada yang rapuh
Lalu ku bangkit
Malammu, tidak seindah malamku
Tertawaku, mentertawakan kesialanku
Ejekannku, untuk apa menunggu
Cukup arakku menjadi teman imajinasiku
Pia Alba, 8 Agustus 2017
Komentar
Posting Komentar