15

Subuh tadi, aku baru bisa merasakan pejaman mata dan mimpi mulai menghampiri. Lalu siang ini ku bangun dan melihat isi kabar darinya, ternyata tidak ada. Tidak seperti dulu ketika dia bisa memulai memberikan kabar lebih awal dibanding aku, tapi sekarang harus selalu aku yang tegur sapa duluan lalu kamu akan menjawab ? Apakah sudah bosan untuk menyapaku meskipun hanya memanggil "sayang" ? 
Iya sekarang sudah terlihat, dia yang dulu yang berkata benar-benar sayang dan dia yang sekarang yang dipertanyakan perkataannya itu. 
Aku rindu, rindu ketika kamu tersenyum, tertawa dan berbagi cerita. Tapi untuk sekarang, untuk senyum dan tertawa pun aku harus meminta. Untuk bercanda pun hanya sebatas haha biasa saja. Aku harus bagaimana ? Apa harus aku makan lagi obat penenang dan ku minum sebotol air berwarna cokelat itu ? Biar aku lupa akan adanya aku di dunia, biar aku sedikit tenang melayang-layang tanpa berfikir banyak tentangmu. Baiklah, aku habiskan semua obat dan cairan itu, biar kamu tenang dan merasa tidak terganggu lagi dengan adanya aku, dengan ocehan bodoh aku yang tidak berguna, maka kamu akan merasa bebas dan tidak terbebani :)

Berbahagialah, maka aku akan bahagia jika melihat kamu bahagia meskipun itu dengan seseorang yang lain.
Dan hubungi aku jika sempat, jika tidak sempat pun tidak apa-apa, yang jelas bahagiakanlah dirimu sendiri, setelah itu bahagiakan orang lain dan jangan menyakitinya. 

Selamat siang, semoga kamu selalu bahagia dan selalu dalam lindungan-Nya. Amin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mulai Cerita

Cerita Ia

GAMBAR DAN CURHATAN