10
Malam semakin larut, ku berbaring sendiri dan tidak merasakan kehangatan itu lagi. Aku rindu setelah sekian jam berpisah untuk yang kesekian kalinya. Baunya masih tercium jelas menempel disampingku, ketika aku masih merasakan garis halis, hidung dan matanya, ketika aku menyentuh pipinya, dan ketika aku merasakan kehangatannya.
Aku selalu mengingat ketika usapan tangannya menyentuh rambutku, mengusap dengan lembut, yang membuatku semakin nyaman dengannya. Aku tidak berani untuk beranjak meskipun waktu sudah menunjukan bahwa sebentar lagi kita akan berpisah, tapi aku terus menahan diri agar dia tidak beranjak untuk pergi lagi, aku terus menatapnya. Tapi aku sadar, aku harus membiarkannya pergi karena aku percaya nanti dan seterusnya kita akan bertemu kembali.
~
Disebuah terminal, aku melihatnya berjalan menuju sebuah bis, dia duduk disebelah kaca, melambaikan tangan dan berkata "hati-hati" diiringi dengan sebuah senyuman, aku pun pergi dengan motor bututku dan membalas dengan senyuman, aku segera memalingkan muka karena sebenarnya aku tidak ingin melihatnya pergi lagi, dengan cengengnya air mataku jatuh dan tidak bisa tertahan, aku takut aku tidak bisa bertemu dengan dia lagi, dalam pikiranku hanya ingin terus bersama tanpa ada jarak yang memisahkan. Aku terlalu sayang dengan semua tentang dia, aku menyukainya karena tanpa ada dasar yang jelas, semuanya datang dan kurasakan begitu saja, kebahagiaan yang dia berikan sudah membuatku menjadi tidak normal.
"Kamu adalah teman, sahabat, kebahagiaan, keceriaan, dan kekasihku. Teruslah bersikap baik padaku, sampai nanti sampai kita berada di satu rumah yang sama yang membuat kita tua, karena menyayangimu itu yang ku mau untuk kemarin, saat ini dan sampai nanti sampai kita menjadi tua"
~
Selamat malam angin, tidurlah dengan kenanganku dan bermimpilah untuk masa depan kita berdua. Terimakasih karena telah datang dan memberikanku senyuman manismu lagi. Love you :)
Aku selalu mengingat ketika usapan tangannya menyentuh rambutku, mengusap dengan lembut, yang membuatku semakin nyaman dengannya. Aku tidak berani untuk beranjak meskipun waktu sudah menunjukan bahwa sebentar lagi kita akan berpisah, tapi aku terus menahan diri agar dia tidak beranjak untuk pergi lagi, aku terus menatapnya. Tapi aku sadar, aku harus membiarkannya pergi karena aku percaya nanti dan seterusnya kita akan bertemu kembali.
~
Disebuah terminal, aku melihatnya berjalan menuju sebuah bis, dia duduk disebelah kaca, melambaikan tangan dan berkata "hati-hati" diiringi dengan sebuah senyuman, aku pun pergi dengan motor bututku dan membalas dengan senyuman, aku segera memalingkan muka karena sebenarnya aku tidak ingin melihatnya pergi lagi, dengan cengengnya air mataku jatuh dan tidak bisa tertahan, aku takut aku tidak bisa bertemu dengan dia lagi, dalam pikiranku hanya ingin terus bersama tanpa ada jarak yang memisahkan. Aku terlalu sayang dengan semua tentang dia, aku menyukainya karena tanpa ada dasar yang jelas, semuanya datang dan kurasakan begitu saja, kebahagiaan yang dia berikan sudah membuatku menjadi tidak normal.
"Kamu adalah teman, sahabat, kebahagiaan, keceriaan, dan kekasihku. Teruslah bersikap baik padaku, sampai nanti sampai kita berada di satu rumah yang sama yang membuat kita tua, karena menyayangimu itu yang ku mau untuk kemarin, saat ini dan sampai nanti sampai kita menjadi tua"
~
Selamat malam angin, tidurlah dengan kenanganku dan bermimpilah untuk masa depan kita berdua. Terimakasih karena telah datang dan memberikanku senyuman manismu lagi. Love you :)
Komentar
Posting Komentar