12

Yang kita bayangkan tidak selamanya indah, kadang ada susah, sedih dan bingung. Saat ini mungkin aku merasa sedikit kurang baik, keadaan itu memang perbuatanku juga. Karena kurangnya sosialisai antara diriku dengan orang lain dan malah mementingkan satu orang saja dalam hidupku, memang itu salah. 
Saat ini kaki ku sulit untuk menginjakkan ke luar, aku sering menghabiskan waktu dikamarku saja. Bukannya aku tidak mau pergi keluar, hanya saja aku sedikit kecewa dengan orang-orang yang selalu berkata busuk tentangku, aku muak dengan mereka. Dan alasanku tidak pergi keluar juga karena hanya ingin menjaga hati seseorang, waktuku hanya fokus padanya. Padahal aku sendiri sering merasa kesepian, sering ditinggalkan, tapi entah kenapa otak dan hatiku selalu membayangkan dia saja. Ada cara lainkah agar bisa lupa, agar aku bisa bangkit dan tidak merasakah kegelisahan seperti ini ? Ada ? 

~

Aku selalu merasakan depresi, kesepian, kegelisahan, kesendirian, aku tidak tau harus bagaimana. Apa aku harus pergi jauh untuk memulai kehidupan kembali ? Apa aku harus merelakan diriku seperti ini sampai nanti sampai aku menemukan jalan keluarnya ? Aku sendiri tidak tahu :(
Aku tidak bisa berfikir jernih, kadang aku tidak bisa konsentrasi, aku sering menangis sendiri, mengobrak-abrik semua benda yang ada di kamar, marah-marah pada tembok, mukul-mukul tembok, tonjok lantai, berbicara sendiri, sampai aku tidur dibawah ranjangku sendiri. Keadaan seperti ini sangat menggangguku. Aku butuh teman yang bisa berada didekatku, yang bisa menemaniku, mendengarkan cerita-ceritaku, memeluk tubuhku, menasihatiku disaat aku salah, memberikan masukan disaat aku kebingungan. Aku takut gila :(
Beberapa ayat aku baca, aku menyerahkan diriku kepadaNya, aku bercerita tapi tidak pernah ada jawaban, aku bingung harus bagai mana :(
Aku rindu mamah, aku ingin memeluknya, melihat senyumnya, membantunya setiap waktu, mungkin lebih baik aku berada disisinya agar hidupku sedikit bermanfaat. 



~
Aku butuh teman yang bisa membuatku tersenyum, bukan yang membuatku membingungkan. Aku ingin tertawa lepas seperti dulu, belajar untuk sabar dengan kuatnya kesabarannku, tapi sekarang kesabaranku sudah meluap, menggenangi semua sistem saraf di tubuh, merusak semua akal pikiran, nenusuk hati nurani. 


~
Kemarin aku pergi sendiri untuk mencari kedamaian, aku tertidur diatas kain diantara dua pohon, saat itu aku merasakan lelapnya tidur dengan hembusan angin dingin melewati tubuhku, memberikan ketenangan dengan hembusannya. 
Ketika hari mulai gelap aku kembali pulang. Kulihat kamarku berantakan, lalu kuambil satu persatu lalu ku rapihkan, setelah itu aku rebahan diatas lantai. Aku kembali menangis, kenapa ? Ada apa dengan diriku ? Lalu aku bangkit lagi dan berkaca, "ini bukan aku, karena dulu aku tidak seperti ini, kecerianku hilang, sinar diwajahku redup, senyuman itu tidak ada".
Lalu beberapa saat kemudian temanku kirim message lewat media sosial, dan aku membalas, ketika itu terjadi percakapan yang membuatku sedikit kaget, pikirku "apa seorang teman akan rela berbuat jahat kepada temannya sendiri ? Merebut apa yang dimilikinya ?" 
Darahku naik, teringat dengan kedekatannya dengan dia, karena pengalamanku dulu ketika melihat kebusukan temanku sendiri bermain dengan teman dekatnya. Aku takut akan terjadi kepadaku. Badanku mulai panas, wajahku, otakku, tangannku, leherku semuanya menjadi panas. Aku ingin marah tapi aku takut perkataan temanku itu hanya untuk menjatuhkan, aku hanya bisa menangis. Tapi tetap saja sampai sekarang aku selalu memikirkan dia dengan kedekatannya, apa itu akan terjadi ? (Karena pada saatnya aku akan membenci diriku sendiri)

Untuk itulah, sampai saat ini aku akan lebih berhati-hati dengan orang, aku tidak akan pernah berteman dengan siapa pun, hanya sebatas teman dan tidak untuk saling mengakrabkan, lebih baik aku sendiri dari pada aku harus merasakan sakit dan kehancuran, siapa pun itu aku tidak akan pernah percaya kepada teman !!!

Untuk kamu, berbahagialah tanpa kehadiranku, biarkan semuanya berjalan mengalir seperti air, jangan pernah khawatir dengan keadaanku, karena aku akan baik-baik saja tanpamu, aku akan membiasakan diri sekuat tenaga agar tidak bergantung kepadamu, aku tidak akan memaksakanmu untuk selalu ada didekatku, menemani hari-hariku, karena aku tau kamu punya kehidupanmu sendiri yang tidak bisa aku campuri. Tersenyumlah, agar dia dan orang-orang disekitarmu merasa bahagia dan nyaman ketika berada didekatmu :)
Selamat tidur, semoga esok harimu lebih baik lagi, dan semoga diriku tidak selalu bergantung kepadamu. Love you ♡

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mulai Cerita

Cerita Ia

GAMBAR DAN CURHATAN