5

Sejenak, aku terbaring dalam kegelapan kamarku. Lalu aku menutup mata dan membayangkan sebuah wajah dengan senyuman manis yang tergambar jelas di wajahnya, dia adalah pria ku. Lalu ku bangun dan membuka semua memory yang ada di dalam leptop bututku, ku buka satu persatu foto dan ku kenang setiap moment didalam foto itu. Ku pandangi wajahnya dan teringat dengan semua kejadian yang pernah kita lalui. Setelah itu aku kembali berbaring dan mengingatnya lagi, ternyata air mataku keluar dan aku terus membayangkannya lagi. Semakin lama semakin banyak air mata yang keluar. Aku terlalu bahagia memilikinya untuk saat ini, aku bahagia sudah menelusuri jalanan denganya, ketika tertawa bersama, bersedih bersama, kesabarannya menghadpi sifat jelekku, itu membuatku terasa ingin menceritakannya kepada orang lain, bahwa aku sedang menangis bahagia.
Senyum lebarnya selalu membuatku jatuh cinta dengan menatap wajahnya, kerja keras yang selalu ia perlihatkan kepadaku, aku bangga dan aku harap dia bisa menjadi teladan yang baik untuk masa depan ku :)
Aku heran, terlalu banyak kenyamanan yang aku dapat darinya, aku takut kenyamananku suatu saat akan menghilang. Karena itulah, aku selalu berdoa agar sang Penguasa selalu menjaga hatinya untukku, mengabulkan semua cita-citaku dengannya, dan memberikan kebahagiaan dimasa yang akan datang untuk kita berdua. Amin
Malam berlanjut pagi, aku merasakan kerinduan itu datang lagi, sepertinya rindu ini tidak pernah berhenti. Rasanya ingin sekali menyentuh pipinya, melihat senyum manisnya, memeluk erat tubuhnya, dan memanjakannya layaknya ia memanjakanku. Tapi apa daya, selalu ada jarak yang menghalangi untuk melepaskan rindu. Aku yakin, pasti akan ada waktu untuk kita bertemu kembali dan tertawa bersama.

Salam Rindu,


"Payung Teduh - Di Ujung Malam"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mulai Cerita

Cerita Ia

GAMBAR DAN CURHATAN