SENDIRI DAN RINDU
Dalam hidup pasti ada fase dimana kita sendiri dan merasa kesepian. Malam ini aku duduk sendiri di dalam kamarku, dengan seduhan kopi dan sebatang kenikmatan, kamarku gelap, aku matikan lampu agar lebih tenang. Malam ini aku sedang merindukan dia, dia yang selalu memberikan alasan untuk aku tersenyum dan kuat. Aku tau, aku bukan orang penting untuk hidupnya, tapi setidaknya aku mengisi hatinya untuk saat ini, meskipun yang mengisi hatinya bukan hanya aku tapi aku bersyukur, mungkin diluar sana masih banyak yang mengisi hati dia dan lebih penting dari pada aku, mungkin aku harus terima. Ini adalah hari kedua aku tidak berkomunikasi dengan dia, dia sedang pergi menuju tempat yang susah dijangkau dengan pandangan. Aku tidak tau dia sedang apa dan dengan siapa, aku cemas, aku terlalu cemas dan khawatir. Aku takut dia sedang bersama orang lain dan menikmati dinginnya malam berduaan, itu akan membuatku sakit :')
Sore tadi, aku pergi menuju suatu tempat dimana kedamaian datang, tempat yang membuatku dingin akan kerinduan, aku melihat langit dan menikmati hijaunya rumput dedaunan dan aku sangat rindu disaat kita melakukannya berdua :(
Mungkin sekarang dia sedang berbahagia disana sedangkan aku terus menunggu sebuah pertemuan, semoga saja kamu bisa menemuiku dengan cepat, aku terlalu rindu. Aku selalu rindu untuk melihat dan menyentuhmu, sedangkan kamu ??? aku tidak tau :')
Aku bisa bertahan sendiri, aku bisa menjadi orang kuat, aku sudah terbiasa tanpa kabar dari dia, aku sudah terlalu biasa, tapi entahlah malam ini terasa sangat berat ketika waktu berjalan dan tidak ada kabar dari dia, iya aku tau ini hanya sebuah rindu, aku sangat mengerti ini hanya sebuah rindu :'(
Semoga kamu selalu sehat dimana pun kamu berada, semoga kamu baik-baik saja, semoga kamu pun rindu akan kehadiranku, terlalu banyak doa yang aku sampaikan kepada sang penguasa tentang dirimu, aku rindu :')
Maaf mungkin aku terlalu berlebihan, aku hanya menyampaikan rindu saja dalam sepi. Salam hangat untuk senyum manismu :)
Payung Teduh – Rahasia
Tak ada sore dan udara menjadi segar
Tak ada gelap lalu mata enggan menatap
Tak ada bintang mati butiran pasir terbang ke langit
Tak ada fajar hanya remang malam semua tlah hilang, terserang matahari..
Tak ada gelap lalu mata enggan menatap
Tak ada bintang mati butiran pasir terbang ke langit
Tak ada fajar hanya remang malam semua tlah hilang, terserang matahari..
Harum mawar membunuh bulan
Rahasia tetap diam tak terucap
Untuk itu semua aku mencarimu
Berikan tanganmu jabat jemariku
Yang kau tinggalkan hanya harum tubuhmu
Berikan suaramu pada semua bisikanku
Memanggil namamu..
Rahasia tetap diam tak terucap
Untuk itu semua aku mencarimu
Berikan tanganmu jabat jemariku
Yang kau tinggalkan hanya harum tubuhmu
Berikan suaramu pada semua bisikanku
Memanggil namamu..
Atau kau ingin aku berteriak sekencang-kencangnya
Agar seluruh ruangan ini bergetar oleh suaraku
Agar seluruh ruangan ini bergetar oleh suaraku
Ini rahasiaku
Tak ada gelap segelap jauh darimu
Tak ada terang yang seterang sinarmu
Tak ada lagi bintang mataku
Ketika bayanganmu menjauh, membentang
Kau buat rindu dan harapku melayang-layang
Tak ada gelap segelap jauh darimu
Tak ada terang yang seterang sinarmu
Tak ada lagi bintang mataku
Ketika bayanganmu menjauh, membentang
Kau buat rindu dan harapku melayang-layang
Kamu pernah menjadi senja menenggelamkan semua
Kini yang tersisa hanya aroma tawa
Yang tersisa hanya harum air mata
Lalu aku mencari suara, ku obrak-abrik namamu
Aku mencari wujudmu
Aku mencarimu
Aku mencarimu…
Kini yang tersisa hanya aroma tawa
Yang tersisa hanya harum air mata
Lalu aku mencari suara, ku obrak-abrik namamu
Aku mencari wujudmu
Aku mencarimu
Aku mencarimu…

Komentar
Posting Komentar